PENGHARAPAN YANG TIDAK MENGECEWAKAN (5)




 “Ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana “ Masmur 90 : 12

Orang  tanpa harapan adalah orang yang  tanpa masa depan. Apakah ada harapan di hati kita ? Pengenalan akan Kristus  dan kekayaanNya  memberikan dasar yang teguh untuk berharap : 
Karena : 
1. Roma 15 : 13 “semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan “
2. Kolose 1 : 27 “Kepada mereka Allah  mau memberitahukan, betapa kaya dan mulyanya rahasia itu diantara bangsa-bangsa lain, yaitu Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan dan kemulyaan “

Besuk kita masuk tahun baru  1 Januari 2018 kita tidak tahu  apa yang akan terjadi besuk, masihkah kita punya pengharapan ? Setiap orang menerima Tahun baru dengan harapan baru, beberapa hari sebelumnya orang-orang mempersiapkan diri untuk menyambut tahun baru. Mereka menganggap tahun baru ini tidak seperti tahun lampau, tetapi sebenarnya  sama saja; apa yang ditulis DR David Choi Kwang Shik ; tahun 2006 “ sebenarnya tidak ada perbedaan mengenai tahun baru, manusia sendiri menentukan masa dan memberi makna  tertentu meskipun itu merupakan kebiasaan manusia , kita menerima saja toh meskipun ada alasan untuk menolak “

Kita juga menyambut Tahun baru  ini dengan penuh pengharapan, ada satu keputusan  yang harus saya lakukan sesuai dengan rujukan Mazmur 90 : 12 “ Ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga beroleh hati yang bijaksana “
Menurut  stanley M. Horton ; 1991 dapat di pahami :
1. Hari-hari dibumi paling lama 70-80 tahun lewat dari itu penderitaan adalah jangka yang pendek di bandingkan hidup pada masa kekekalan kita harus memohon kepada Tuhan  singkatnya hidup ini supaya kita dapat mempersembahkan hati yang bijaksana kepada Allah dalam memanfaatkan setiap hari yang di berikan Tuhan kepada kita .
2. Hidup ini harus menjadi persiapan untuk hidup di surga dan kita harus dapat mengambil sebuah keputusan  apa yang Allah ingin capai bagi diriNya ( standarnya Tuhan  dari kata “Tamin“) tentang keluarga kita, pelayanan kita, pengabdian kita kepada Allah, pekerjaan, karier, dll  yang Allah akan nilai. dalam hal ini kita memohon supaya kita memperoleh hati yang bijaksana .
3. Hidup yang berkenan dan rasa takut akan Tuhan . (PS)