BUANGLAH SEGALA SESUATU YANG KOTOR (1)



“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. ( Yak. 1:21) 

Berit minggu membahas tema berkenaan dengan “Buanglah Segala sesuatu Yang Kotor”. Surat Yakobus ini ditujukan kepada kedua belas suku di perantauan (Yak. 1:1). Sedangkan Yakobus sendiri adalah seorang pemimpin jemaat di kota Yerusalem. Yakobus masih merupakan saudara dari Yesus (Kisah Rasul 13:23).
Nasehat ini diberikan Yakobus karena jemaat sedang dihadapkan dengan berbagai pencobaan dan kesulitan. Dengan harapan kiranya mereka dapat dikuatkan serta dihiburkannya.
Konteks dari perikop ini berkenaan dengan “Menjadi pendengar atau pelaku firman” Yakobus mendorong kepada mereka untuk tetap hidup berpedoman dengan firman. Sekalipun persoalan hidup menghimpit mereka, namun firmanNya harus tetap untuk ditaati dan dilakukannya.
Ada beberapa hal penting berkenaan dengan tema diatas.
1. Kotor = kejahatan ! 
Buanglah segala yang jahat yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Sebab hal itu membuat hidup kita tidak dapat menerima kebenaran firman.
2. Kotor = dosa !
Segala pelangaran dan dosa yang ada dalam hidup kita, harus kita buang. Dengan cara mau mengakuinya serta mohon pengampunan Tuhan untuk dapat mengampuninya.
3. Kotor = tidak berguna !
Hal-hal yang tidak berguna seperti: pikiran negatif, kekuatiran, iri hati dan sebagainya, hendaknya harus kita buang dari dalam kehidupan kita. Sebab, perkara-perkara tersebut membuat damai sejahtera Tuhan jauh dari hidup kita.
4. Kotor = perbuatan daging ! 
Seperti: Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, dan lain-lain hendaklah kita harus membuangnya. Sebab itu semua akan menghambat pertumbuhan iman dan rohani saudara dan saya.

Saudara yang terkasih, marilah kita bersama membuang segala sesuatu yang kotor dari dalam kehidupan kita. Kiranya kita beroleh damai serta berkenan untuk memahami setiap firmanNya, sehinga beroleh pertumbuhan rohani yang dewasa di dalam Kristus Yesus. Amin. NDP