SERAHKANLAH SEGALA KEKUATIRAN KEPADA TUHAN (5)


Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mzm 55:23

Dalam tema berit minggu ini membahas tentang “Serahkanlah Segala Kekuatiranmu Kepada ALLAH ”. Kita juga diingatkan Firman Tuhan ( Matius 6 : 34 ) “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari ”.

Tuhan Yesus memberikan pesan untuk kita tidak kuatir akan hari besok, walaupun secara kenyataan yang kita lihat hari ini akan hampir sama atau lebih buruk lagi kejadiannya dari pada besok :

1. Karena hidup ini lebih penting dari semua kebutuhan fisik yang kita perlukan ( Mat 6 : 25 ) −> Kebutuhan Rohani.
2. Manusia lebih berharga dan lebih dipedulikan dari makhluk lainnya ( Mat 6 : 25 ) −> Harga manusia tidak ternilai, tidak terukur, bahkan harga seorang manusia melebihi segala kekayaan yang ada di bumi.
3. Tuhan tahu mencukupi hidup orang percaya ( Mat 6 : 30 ) manusia yang berharga begitu dipedulikan oleh Tuhan.
Pada kenyataannya masih banyak orang kuatir dan meragukan apa yang terjadi atasnya, walaupun dia telah berusaha untuk belajar percaya, namun kadang kandas juga kepercayaannya ketika persoalan semakin besar.

Apa yang menyebabkan hal demikian terjadi?
1. Kita lebih percaya apa yang kelihatan dari pada yang tidak kelihatan ( Yoh 20 : 28, 29 ) −> percaya karena melihat.
2. Kita terlalu memaksakan diri, tidak sabar dan ingin segera terataasi ( Sam 13 : 8 – 15 ) −> kehendak bebas.
3. Sebenarnya kondisi itu menggambarkan keberadaan mental kita yang sesungguhnya. −> Gambaran dari diri yang belum ditaklukkan.

Kalau demikian apa yang harus kita perbuat agar kita luput dari kekuatiranmu dan mendapatkan hal apa yang kita harapkan.
1. Menyerahkan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan (I Pet 5: 7 ).
2. Berserah berarti mengijinkan Tuhan bertindak dengan caranya.
3. Berdiam diri, jadilah tenang dan berdo’a ( I Pet 4 : 7 ).
4. Yakinkan diri anda dengan terus menyertakan firman Tuhan ( Yosua 1 : 8 ).
(PS)