KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (2)


Ibrani 6:19-20


Penulis Ibrani menegaskan bahwa pengharapan itu adalah seperti sauh yang kuat bagi jiwa manusia!... bahkan pengharaan yang digambarkan seperti sauh yang aman bagi jiwa saudara dan saya. Hal tersebut dikarenakan Yesus sebagai perintis dan menjadi imam Besar selama-lamanya.

Apapun pengharapan kita dan seberapapun pengharapan saudara dan saya, jika hal itu kita arahkan dan serahkan kepada Yesus... ,maka akan menjadi sesuatu yang baik serta benar untuk kehidupan kita.

Rasul Yohanes berkata,” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16).Rasul Paulus menambahkan , “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. (Roma 5:8).

Kasih Allah menjadikan Yesus lahir dikandang dengan dibungkus kain lampin serta diletakkan diatas palungan... hidupNya dihina... diolok...dikhianati...bahkan akhirnya mati diatas kayu salib dengan tubuh yang terpecah serta darahNya tercurah. Rasul Yohanes menegaskan,” Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. (I Yoh. 4:10).

Saudara yang terkasih, Natal merupakan pernyataan kasih Allah yang total atas segenap manusia berdosa!. Manusia perlu tanggap dengan meresponinya, hingga pengharapan besar memenuhi  hidupnya. Sungguh, berbahagialah saudara dan saya yang percaya jika Yesus yang lahir di Betlehem adalah bayi Yesus yang telah hadir didalam hati kita. Amin. NDP