MENJADI SAHABAT ALLAH (6)

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 
Yoh 15:14


Saudaraku, dari ayat ini kita tahu bahwa Tuhan Yesus itu adalah sahabat kita yang sejati. Artinya Dia tidak akan pernah mengkhianati kita, bahkan Dia selalu memberi yang terbaik bagi kita. Dan kita orang percaya bisa mempercayakan segala sesuatu kepadaNya bahkan seluruh aspek kehidupan kita sekalipun. Tetapi sebaliknya? Dapatkah kita meluangkan waktu, dan bergaul karib dengan Dia disertai rasa takut akan Dia lebih lagi dan lebih lagi”. Kalau hal ini yang kita lakukan dalam hidup kita, maka Roh Allah yang ada didalam kita itu pasti akan melahirkan kerinduan dan kehausan bagi kita. Maka kita akan selalu mengenal Allah lebih dalam, dalam, dan dalam lagi. Jangan sampai kita yang sudah dijadikan sahabat Allah berkata: “Ya, udahlah saya mah sampai disini aja cukup”. Ingat saudaraku, itu tidak Alkitabiah. 

Galatia 4:1:  persahabatan dennga Allah akan menjadikan kita anak yang telah akhil baliq atau dewasa (tidak kanak-kanak).
Ibrani 12:8 dan bukan anak gampangan.
Lukas 19:17 Menjadikan kita hamba yang baik dan setia.
Maleakhi 3:17 Menjdikan kita anak yang melayani.
Jadi, persahabatan dengan Allah itu akan memperindah segalanya. Persahabatan dengan Allah akan membuat kehidupan kita luar biasa. 

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, yang mengatakan “Kamulah sahabatKu” itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Itu baru koma,.... jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Jadi jangan kita mengangkat diri sendiri sebagai sehabat Allah berdasarkan kebenaran kita sendiri, berdasarkan kehendak Kita sendiri. Sebab tidak mungkin (nonsen) kita disebut sahabat Allah kalau hidup kita tidak berjalan dalam kebenaran Allah dan tidak menurut kehendak Allah.

Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Abraham).
Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Daud).
Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Yesaya).
Kalau kita juga mengerti apa yang Tuhan mau kita juga adalah sahabat Allah. Amin. (BS)