IMAN YANG TEGUH (2)


Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.. 
(I Tes. 3:3)

Iman dalam PL dikenal dengan sebutan “Aman” memiliki arti Menuruti dan Melakukan Perintah Tuhan, sedangkan dalam PB disebut “Pistis/Pisteo” yaitu “Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan Bukti dari apa yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1).

 Tema Berit dalam minggu ini berkenaan dengan Iman yang Teguh yang memiliki arti:
Iman yang tidak mudah surut ( Matius 14:30-31)
Iman yang teguh adalah Iman yang tidak mudah surut oleh keadaan yang dihadapi. Simon Petrus adalah Tokoh yang terkenal dengan Iman yang Teguh. Karena Imannya ia disebut “Batu Karang” (Matius 16:18), Sifat dari Batu karang adalah Kuat, kokoh, teguh dan tidak mudah rapuh. Namun sekalipun Petrus memiliki Iman yang kuat, mampu berjalan diatas air seperti dalam Konteks Matius 14:30-31 disini jelas bahwa Simon Petrus kehilangan kendali imannya, karena keadaan disekitarnya yang menakutkan, mengkawatirkan.

Iman Yang Besar (Matius 8:10)
Keberadaan seorang perwira yang mempertaruhkan Imannya kepada Yesus, dengan keadaan hambanya yang sedang sakit keras. kita perhatikan ungkapan Iman yang disampaikan oleh seorang perwira dalam Matius 8:8 “ Katakan sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Terlalu besar keyakinannya kepada Tuhan Yesus, sehingga ia berkata demikian, tentu punya alasan yang kuat sehingga terungkap kalimat tersebut. Apa respon dari Tuhan Yesus? (ayat 10 ) Yesus heran dengan perkataan seorang perwira itu sehingga berkata kepada pengikutNya “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun diantara orang Israel”. 

Belajar dari dua hal diatas bahwa Iman yang kuat adalah Iman yang tidak mudah surut oleh keadaan, serta memiliki Iman yang dapat dinilai oleh Tuhan Yesus. amin (Murthy)