IMAN YANG TEGUH (3)

Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.. 
(I Tes. 3:3)

Pemahaman kata iman dapat dipahami sebagai berikut “Iman merupakan dasar segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” . Ibrani 11 : 1. Jadi Iman adalah dasar dari segala sesuatu bukan sebuah kondisi. Semua bermula dan selalu berurusan dengan iman. Iman adalah percaya segala sesuatu Yohanes 2 : 22 “...dan merekapun percayalah akan kitab suci dan akan perkataan yang di ucapkan Yesus.”

Kata teguh dapat di pahami “ kuat” tidak goyah : KBBI, 1994 yang dapai diartikan tetap kuat, teguh dan tidak goyah dalam menghadapi tantangan dan persoalan tidak “owah lan ginsir “, KBBJ (jawa) .

Iman yang teguh itu iman yang seperti apa ?
1. Iman sebiji sesawi 
Matius 17:20 . Yesus mengajarkan bahwa iman itu bukan di lihat dari bentuknya , melainkan kekuatannya. Bila di lihat dari kondisional merupakan sesuatu yang sangat paradoks, namun bila iman itu di praktekkan  maka yang tidak mungkin itu akan menjadi sebuah kenyataan. Roma 4 : 18-19 
2. Iman yang menghasilkan perkara besar (iman yang punya kuasa)
Iman yang dapat mengubah dari yang biasa menjadi luar biasa, iman yang dapat  menghasilkan terobosan-terobosan rohani (Matius 8:8) membiasakan diri berurusan dengan Firman Tuhan. (Markus 11 : 23 - 24) keyakinan yang di dasarkan pada kepercayaan dan tidak ada kebimbangan.  Yakobus 2:20. Iman yang di sertai dengan perbuatan.
3. Iman yang dapat menyelamatkan  (Matius 9 : 21 – 22). “Asal ku jamah jubahNya, aku akan sembuh “...imanmu telah menyelamatkanmu “ iman yang kuat di sertai dengan melangkah di dalam keberanian sehingga imannya telah menyelamatkan dia dari penderitaannya yang sangat menyengsarakannya selama 12 tahun.

Dari mana datangnya iman itu ?
Roma 10 : 17 “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh iman Kristus“. Iman datang dari kita mendengar Firman Tuhan dan mempercayainya di dalam hati.

Bagaimana iman itu tetap teguh ?
1. Jangan menyerah dengan keadaan, kenyataan ( Markus 4 : 37-39 )
2. Tetap berlari pada tujuan meskipun harus banyak menghadapi tantangan dan persoalan ( Filip 3 :14 ). 
3. Bertanding dalam pertandingan iman yang benar (1 Timotius 6: 12)
“...akan tetapi,  jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? “ Lukas 18 : 6. 
(PS)