ORANG DUSTA KEKEJIAN BAGI TUHAN (3)


“Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan tetapi orang yang berlaku setia di kenan-Nya “ Amsal 12 : 22

Dusta atau bohong seringkali masih melekat di hidup anak-anak Tuhan. dianggap sesuatu yang biasa, bukan pelanggaran, tidak ada masalah dihadapan Tuhan. ini pendapat yang salah dan sama sekali keliru. Sebab Tuhan tidak pernah sekali-kali kompromi dengan dusta dan kebohongan. Diungkapkan dalam Firman Tuhan, dusta merupakan kekejian bagi Tuhan, Tuhan membenci dan Tuhan jijik terhadap dusta. 

DUSTA, KEKEJIAN BAGI TUHAN Amsal 12:22 Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. Kekejian berarti hina, buruk, Tuhan tidak berkenan kepada orang yang berdusta, kepada orang yang berkata bohong, yang membiasakan hidupnya dan mengembangkan kehidupannya dengan dusta. Kita harus sadar bahwa kita sedang menjauh dari Tuhan, sebab orang yang berdusta tidak berkenan dihadapan Tuhan.

DUSTA, DIBENCI TUHAN Ams 6:16  Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: suatu kerugian yang besar pada saat kita mau dibenci oleh Tuhan. dibenci oleh orang tua saja kita merasakan kesengsaraan, apalagi dibenci oleh Tuhan, sebab itu biarlah kita mau membuang segala perbuatan dan perkataan dusta dari hidup kita.

DUSTA, KEJIJIKAN BAGI TUHAN Mzm 5:7 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu. Melihat hal yang jijik, pasti kita tidak mau melihatnya, tidak mau memilikinya bahkan hal yang menjijikkan pasti akahn dibuang dan dimusnahkan. Bagaimana kalau Tuhan jijik pada hidup kita. Kita harus sungguh menyadari kebenaran ini bahwa dengan membuang segala dusta kita akan menjadi kesenangan Tuhan, mempermuliakan nama Tuhan, bahkan hidup kita pasti berkenan kepadaNya.

Dusta akan menimbulkan kebencian, kehancuran dan banyak permasalahan. Sebab tidak ada seorangpun yang mau dibohongi apalagi Tuhan. biarlah Berit minggu ini sungguh-sungguh kita mengerti dengan membiasakan diri, melatih diri meninggalkan kebohongan  dan dusta, dan melakukan hanya yang benar dan berkenan dihadapan Tuhan. Amin (LGS)