IMAN YANG TEGUH (6)

Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.. 
(I Tes. 3:3)

Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Tesalonika juga kepada kita orang percaya jangan goyah pada waktu kita menghadapi penderitaan apapun sebab Allah akan memakai penderitaan dalam hidup kita sebagai alat pertumbuhan dan perubahan rohani kita agar kita bisa bersabar mengandalkan Tuhan, bertekun dalam pengharapan dan memiliki iman yang teguh. 

1. Mengapa sih kita orang percaya harus mengalami penderitaan? 
Di dalam Roma 5:12 Rasul Paulus berkata: “Sebab itu sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah juga maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”. Oleh sebab itu respon kita dalam menghadapinya kita harus menyerahkan diri kita kepada kasih karunia Allah, kepada kekuatan Allah, dan penghiburan Allah di dalam doa dan melalui ibadah yang setia.

2. Mengapa sih kita orang percaya harus mengalami penderitaan?. 
Di dalam II Petrus 2:8 Rasul Petrus berkata: “Karena hidup kita berada ditengah-tengah mereka (dunia) sehingga jiwa kita orang benar itu tersiksa”. Hidup kita berada didunia yang jahat dan  berdosa sekeliling kita terdapat dampak dosa kesusahan, kesedihan, kemaksiatan. Respon kita dalam menghadapinya percaya dan berserah Tuhan yang akan bertindak (Mazmur 37:3 dan 5) menyatakan kuasaNya dan memberi kemenangan atas kita.

3. Mengapa sih kita orang percaya harus mengalami penderitaan?. 
Karena Iblis dan antek-anteknya yang menjadi musuh kita orang percaya yang mengasihi Tuhan dan hidup dalam kebenaranNya serta firmanNya. Respon kita dalam menghadapinya, pegang kebenaan firmanNya dan janjiNya bahwa Yesus datang dalam dunia ini untuk membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis . I Yoh 3:8b.
Ingat satu hal bahwa Allah tidak pernah menyebabkan kejahatan atau ketidaksalehan. (Yakobus 1:13). Sekalipun demikian kadang-kadang Ia mengijinkan terjadi, mengarahkannya dan menguasainya untuk mengerjakan kehendakNya seperti kepada Yusuf dan kepada Ayub. Juga mungkin terjadi kepada kita orang percaya. Percayalah bahwa penyertaanNya itu sempurna, agar saudara dan saya memiliki iman yang teguh. Amin (BS)