AMPUNILAH SEORANG AKAN YANG LAIN (1)

" Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.  ( Kolose 3:13 )

Dalam nasehat praktisnya Rasul Paulus menghimbau agar realitas Kristus itu hidup didalam hidup kita, dan harus berdampak dalam perilaku kita orang percaya. Contohnya dalam sikap, suka mengampuni  dan menolong mereka yang bersalah kepada kita, dari pada sikap membalas dendam dan membencinya, jikalau orang itu sungguh-sungguh bertobat.  Sebab hidup kita sekarang bukan milik kita lagi tetapi milik Kristus harganya telah lunas dibayar diatas kayu salib. Efesus 2:13-18 berkata: "DarahNya membuka jalan bagi orang percaya yaitu saudara dan saya, untuk langsung menghampiri Allah melalui Kristus untuk memperoleh Kasih Karunia, kemurahan, pertolongan dan keselamatan.  KehendakNya hanya ingin kita orang percaya menyerahkan hidup bagi kemuliaanNya. Oleh sebab itu, pengampunan (sikap suka mengampuni) itu berarti keterbukaan kita untuk memiliki hubungan yang benar dengan Allah dan bentuk ketaatan kepada Allah  sebagai warga Kerajaan Allah. (baca Matius 6: 14-15).

Jadi, dalam sikap nengampuni itu paling sedikit ada 4 pelajaran yang kita dapatkan:
1. Ada kehidupan  yang penuh kebenaran, ada damai sejahtera, ada suka cita dan berkat yang dikerjakan oleh Roh Kudus. contohnya "Yusuf" yang mengampuni saudara-saudaranya. (Kejadian 50:20).

2. Dapat membangun hubungan yang sudah rusak dipulihkan  seperti hubungan anak yang terhilang dengan bapanya. (Lukas 15:11-32).

3. Dapat memberi kesempatan kepada orang yang sedang hidup didalam dosa, tidak hidup didalam dosa lagi, tapi hidup dalam kebenaran dan dipakai untuk menjadi saksi bagi kemuliaanNya. Siapa dia ? Perempuan Samaria. Yohanes 4:25.

4. Membebaskan mereka dari belenggu Iblis. Karena pada saat kita mengampuni mereka sama dengan mengasihi mereka  dan membebaskan mereka dari kuasa dosa dan kuasa Iblis. Mereka dibaharui pikirannya untuk memikirkan hal-hal yang berkenan kepada Allah, memiliki karakter illahi, dan hidupnya mau dipimpin oleh Roh Kudus. Sebab mengampuni itu sama dengan melayani. Orang yang mau mengampuni itu sama dengan orang yang rendah hati. Mazmur 37:11 berkata: "Tetapi orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah". Amin BS.