PERKATAAN YANG TEPAT (3)



“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggang perak“ ( Amsal 25 : 11 )

Perkataan yang tepat artinya, tepat waktunya, tepat ucapanna, tepat sikapnya, tepat caranya, hal ini memang tidak mudah, membutuhkan hikmat Allah dan hati yang dibangun melalui hubungan yang intens dengan Tuhan.

1. Hikmat Allah
Apakah hikmat Allah itu?. Adalah sesuatu yang memungkinkan kita mempersatukan hal-hal itu dan menghubungkannya dengan kebenaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber hikmat kita orang percaya, pertama-tama (I Korintus 1:24,30). Yesuslah sumber hikmat kita. Dalam Yesus Kristus, tersembunyi segala harta, hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3). Yang ke dua Firman Allah juga adalah hikmat kita (Ulangan 4:5-6). Alkitab itu dapat memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan ( 2 Timotius 3:15-17). Yang ketiga (Efesus 1:15-17). Roh Kudus ialah Roh Hikmat dan Wahyu. Melalui doa maka orang percaya akan menerima banyak hikmat, penyertaan dan pengetahuan mengenai maksud penebusann Allah bagi keselamatan saat ini dan masa yang akan datang (Efesus 1:17-18), dan mengalami kuasa Roh Kudus didalam hidup secara lebih berlimpah lagi (Efesus 1:19-20). Seperti apa yang dikatakan Amsal 18:4. “Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.”  Artinya menjadi sumber hidup dan menjadi berkat bagi banyak orang. 

2. Hati yang dibangun melalui hubungan yang intens dengan Tuhan.
Mazmur 141:3-4a. “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, “. Daud faham bahwa hati adalah kunci untuk pembicaraan yang benar. Matius 12:34b. ” Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Oleh sebab itu hati kita perlu dijaga melalui persekutuan yang intens dengan Tuhan. Ini bukan sebuah pilihan tetapi keharusan. Sebab komunikasi yang efektif dengan Tuhan akan menghasilkan pengenalan yang efektif pula. Persekutuan Daniel yang intens dengan Allahnya menjadikan Daniel orang yang 10 kali lebih berhikmat. (Daniel 6:11). Persekutuan Paulus yang intens dengan Tuhan Yesus menghasilkan kemenangan dalam pelayanan yang sangat berat dan tetap setia sampai garis akhir. (II Tim 4:7).
Seberapa besar kita orang percaya menjalin hubungan dengan Tuhan, seberapa besar juga Tuhan berkenan hadir dan berkarya dalam hidup kita . Amin. BS