PANGGILAN UNTUK BERIBADAH (3)

Selasa, 9 Agustus 2016

Amsal 8 : 34

Di dalam Amsal 8:34 ini ada 3 hal kebahagiaan dalam panggilan untuk beribadah:

  • Berbahagialah orang yang mendengarkan daku (yang mendengarkan firmanKu). Dalam bahasa jawa. Dalam ibadah pernyataan firman Tuhan  itu sangat penting. Melalui firmanNya Allah menyatakan diriNya kepada manusia, supaya manusia mengenal Allah/mengasihi Allah memahami rencana keselamatan Allah yang berpusat pada Yesus Kristus.
    • Ibrani 1:3 Firman Allah itu berkuasa untuk menopang (Allah itu menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan).
    • Yesaya 55:10-11 Firman Allah juga mengalirkan kasih karunia, kuasa dan membuat orang percaya bertumbuh mencapai  kedewasaan rohani.
    • Efesus 6:17 Firman Allah merupakan senjata yang diberikan oleh Allah kepada kita untuk  kedewasaan rohani.
    • Efesus 6:17 Firman Allah merupakan senjata yang diberikan oleh Allah kepada kita untuk melawan segala tipu muslihat iblis.
    • Mazmur 119 : 114 Firman Allah sumber pengharapan kita atas semua janji-janji Tuhan.

 

  • Yang setiap hari menunggu pada pintuku (Pintunya Tuhan) dalam bahasa jawa. Yohanes 10:9 Tuhan Yesus berkata “Akulah pintu”. Dalam ibadah kita orang percaya datang kepada Tuhan harus memiliki kerinduan seperti ini. Yaitu rindu untuk bertemu dengan Tuhan, juga dengan saudara-saudara kita seiman. Jadi ibadah itu untuk membangun persekutuan dengan Tuhan dan saudara-saudara kita seiman supaya persekutuan kita menjadi erat dan kokoh. I Petrus 2:9-10. Kamu  yang dahulu bukan umat, tetapi sekarang menjadi umat Allah, yang dahulu tidak dikasihani, sekarang telah beroleh belas kasihan.  

Persekutuan yang kita bangun didalam ibadah tidak hanya erat dan kokoh tapi mesra. Karena kita telah jadi keluarga  Allah. Efesus 2:21-22 kita dijadikan menjadi bangunan/rumah Allah.
Efesus 4:1-27 kita tidak hanya dijadikan sebagai bangunan/rumah Allah, tetapi sebagai anggota tubuh Kristus.
Yang menjaga tiang pintu gerbangku (pintu gerbangnya Tuhan). Dalam bahasa jawa. Yang menjaga artinya kita ini punya tugas (punya pekerjaan). Ada 2 tugas kita orang percaya yaitu bersaksi dan melayani.
Bersaksi . Karena kasih Tuhan yang telah kita hayati dalam hidup kita. Bersaksi untuk memasyurkan Injil kerajaan Allah.
Melayani. Agar kia memiliki penyerahan hidup yang   penuh  pengabdian yaitu mencintai Tuhan lebih dari semuanya. Contoh Abraham . Kej. 22, Yakub (Kej. 37:33-35, Orang kaya (Lukas 12 :16-20). Ayub  (Ayub 3:25-26). Amin. BS

 

PANGGILAN UNTUK BERIBADAH (2)

Senin, 8 Agustus 2016

Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Amsal 8:34

Beribadah merupakan panggilan yang Tuhan berikan kepada setiap anak-anakNya , semua umatNya, semua biji mataNya. Tuhan sangat baik memberikan segalanya termasuk yang tidak kita pikirkan. Mzm 2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, panggilan ini membuat Pemazmur mengungkapkan panggilan ibadahnya.

DIAM DIRUMAH TUHAN SEUMUR HIDUP Mzm 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Alasannya karena dirumah Tuhan kita dapat menikmati segala anugerah dan berkat yang Tuhan sediakan sebab itu seumur hidup pemazmur selalu merindukan rumah Tuhan.

LEBIH BAIK DI RUMAH TUHAN Mzm 84:10 (84-11) Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Tempat lain akan membawa kita kepada kefasikan dan kejatuhan kita pada lembah yang sangat dalam sebab itu lebih baik satu hari beribadah kepada Tuhan dari pada yang lain.

CINTA PADA RUMAH TUHAN Mzm 26:8 TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam. Tanpa rasa cinta akan rumah Tuhan, mustahil kita akan dapat beribadah kepada Tuhan. karena hati kita akan hampa, tanpa sesuatu yang berarti kita bawa kepada Tuhan, bahkan tanpa berkat bagi hidup kita.

Biarlah panggilan beribadah bagi kita pribadi lepas pribadi menjadi jelas dan berarti baik bagi Tuhan, bagi kita dan bagi semua orang. Amin (LGS)

 

PANGGILAN UNTUK BERIBADAH (1)

Minggu, 7 Agustus 2016

Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; ... ." Amsal 8:34-36

Minggu ini Berit membahas tema berkenaan dengan Panggilan Untuk Beribadah”. Dalam konteks nats diatas berhubungan dengan pentingnya menjaga hikmat bagi kehidupan orang percaya, Salomo menegaskan bahwa hidup kita tidak dapat dipisahkan dengan hikmat Tuhan! Pemahaman hikmat dalam teks diatas berkenaan dengan firman(logos). Yesus pernah berkata, “... Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat 4:4) Paulus juga menegaskan, “ Jadi, imam timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10: 17)


Ketika saudara dan saya masuk dalam panggilan beribadah, kita sedang menyendengkan telinga untuk mendengar kebenaran Firman-Nya...memberikan hati untuk suara Tuhan berbicara dalam kehidupan kita...seperti halnya yang dilakukan oleh seorang wanita Maria kepada Yesus (Lukas 10:42)
Ada beberapa hal hikmat yang dapat kita nikmati jika kita selalu menaati serta meresponi panggilan untuk beribadah.


1. Hidup berbahagia (Ams 8:34)
Kebahagiaan ini dimulai adanya hati yang dipenuhi dengan damaiNya! Damai Sejahtera melingkupi hidupnya. Akibatnya sukacita menjadi mlikNya, bahkan hidupnya dijauhkan dari perasaan duka yang dalam.
2. Hidup berpengharapan dalam Tuhan (Ams 8:35)
penjumpaan yang indah antara hati kita dengan Tuhan. Hal ini menjadikan hidup saudara dan saya memiliki pengharapan yang besar serta menang dari perasaan takut dan gentar dalam menghadapi kehidupan. Memiliki kemerdekaan yang sejati sebagai anak-anak Allah. Tuhan berkenan atas hidupnya.
3. Hidup dalam keuntungan bukam kerugian (Amsal 8:36)
Kebaikan serta KemurahanNya akan berpihak kepada kita! Bahkan kutuk... murka... serta bahaya mautpun akan dijauhkannya. Sebaliknya, keuntungan demi keuntungannya akan mendekati kehidupan saudara dan saya . Amin. NDP

 

MEMIMPIN KE JALAN YANG BENAR (7)

Sabtu, 6 Agustus 2016

Galatia 6 : 1
Ayat di atas mengingatkan kepada orang-orang percaya untuk bersikap rohani dalam menghadapi orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya dapat memimpin ke jalan yang benar. Hal-hal rohani yang dapat memimpin orang ke jalan yang benar, itu al :

1. Bijaksana (Daniel 12:3) : Hal rohani atau cara yang rohani untuk menyikapi orang yang melakukan pelanggaran adalah dengan hikmat Tuhan dan kebijaksanaan. Hikmat Tuhan yang bersumber dari kebenaran Firman Tuhan akan membantu setiap orang percaya memimpin orang lain ke jalan yang benar. Setiap orang percaya perlu berdoa kepada Tuhan minta hikmat Tuhan dan mematuhi hikmat Tuhan yang ada di dalam Firman Tuhan.
2. Menerapkan hukum kasih (Kolose 3 : 14) : Memimpin itu membutuhkan sikap-sikap yang mengandung unsur kasih. Membutuhkan kesabaran, kelemah lembutan, tidak mendendam, tidak membenci, penguasaan diri, kerendahan hati dll. Jadi, orang percaya yang menerapkan kehidupan rohaninya dalam memimpin orang yang besalah ke jalan yang benar harus menerapkan hukum kasih. Bukan dengan emosi, bukan dengan kemarahan, bukan dengan ketidak adilan, bukan dengan kedendaman.
3. Dengan perkataan yang membangun (Efesus 4 : 31 – 32): Memimpin orang ke jalan yang benar bisa lewat perkataan. Setiap orang percaya dengan cara yang rohani dapat menegur, menasehati, orang lain yang melakukan pelanggaran dengan kata-kata. Bukan berkata-kata dengan kasar, menyudutkan dan menggurui tetapi dengan kata-kata yang baik, yang membangun dan dengan perkataan yang mendorong semangat supaya orang tersebut memiliki keinginan untuk berubah. Sekali lagi, untuk melakukan ini harus dengan ketaatan kepada nasehat Firman Tuhan.
4. Motifasi yang benar (1 Timotius 5 : 1 – 2): Memiliki motifasi yang benar. Motifasi yang tujuannya adalah untuk memimpin orang ke jalan yang benar. Tujuannya hanya untuk mentaati kebenaran Firman Tuhan. Tujuannya hanyalah untuk menjadi alat Tuhan supaya melalui hidup kita orang lain tertolong. Tujuannya adalah membawa orang lain menemukan kasih Tuhan dan semoga dapat memimpin orang lain mendekatkan diri mereka kepada Tuhan.
Manusia yang rohani bukan hanya rajin ke gereja dan aktif melayani saja. Tetapi praktek yang nyata adalah mampu memimpin orang ke jalan yang benar seperti dengan ke 4 hal tersebut.(AP)

 

MEMIMPIN KE JALAN YANG BENAR (6)

Jumat, 5 Agustus 2016

Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Gal 6:1

Tema ini menjadi tugas bagi kita untuk saling melayani satu dengan yang lain. Tuhan punya kehendak untuk kita dapat melayani orang-orang yang melakukan pelanggaran dihadapan Tuhan. untuk hasil yang maksimal dalam memimpin orang ke jalan yang benar maka kita harus mengikuti apa yang menjadi perintah Tuhan dalam FirmanNya.

TEGOR DENGAN TEGAS Tit 1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, ketegasn menjadi alat yang harus dipakai dalam memimpin orang pada kebenaran. Karena tanpa ketegasan orang justru akan memanfaatkan untuk terus ada dalam pelanggaran.

TEGOR DIBAWAH EMPAT MATA Mat 18:15 Mat 18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Disatu sisi kita membaca dalam Firman Tuhan bahwa kasih menutupi segala sesuatu. Sebab itu alangkah baiknya untuk hasil yang lebih maksimal kita harus menegur hanya dibawah empat mata, artinya tidak dihadapan banyak orang.

TEGOR DENGAN TERUS TERANG Im 19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Keterbukaan kita dalam menyampaikan kebenaran juga harus jelas, jangan sampai ada yang ditutupi sehingga setiap permasalahn yang kita selesaikan dapat bersih dan tuntas, untuk segera melihat dan melakukan hanya yang benar di mata Tuhan.

Tuhan dapat memberikan kemampuan kepada kita untuk saling melayani satu dengan yang lain. Tuhan memperlengkapi kita dengan kuasaNya untuk menyatakan kebenaran kepada setiap orang. Amin(LGS)