KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (6)




Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, 
melainkan beroleh hidup yang kekal.(Yohanes 3:16)


Nats diatas ditulis Yohanes dalam salah satu Injil menjadi ayat yang sangat terkenal dan populer. Mulai dari anak-anak sekolah minggu hingga lansia sangat mengerti dan hafal. 

Ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari  dan renungkan melalui nats tersebut berkaitan dengan tema minggu ini. 
1. Kasih Allah yang besar.
Hanya Tuhanlah yang empunya kasih yang besar, sempurna dan tidak bercela, tidak ada kasih yang seperti kasihNya. Kasih manusia terbatas, namun kasihNya tidak terbatas!...kasih dunia bersyarat, sedangkan kasih Allah tanpa syarat!... dan kasih pada umumnya selalu cenderung melihat rupa, tetapi kasih Allah tidak melihat rupa dan harta!.

2. Kasih yang berkorban.
Kasih Allah dibuktikan melalui pengorbanan AnakNya yang tunggal Yesus Kristus!. Menjadi bayi yang lahir dikandang domba. Bayi Kudus, bayi Yesus, bayi Penebus. Sebuah pengorbanan yang tanpa batas!. Pengorbanan yang besar. Tidak ada pengorbanan yang melebihi pengorbananNya. 

3. Kasih yang Memberi Harapan.
Semuanya itu Allah kerjakan  agar manusia beroleh pengharapan!. Pengharapan untuk beroleh hidup yang kekal...pengharapan untuk tidak mengalami penghukuman atau binasa. Hal tersebut berlaku bagi sertiap orang yang mau percaya kepadaNya.

Saudara yang terkasih, berbahagiaah kita yang percaya dan menjadikan Yesus sebagai Juruselamat kita. Keselamatan dan kelepasan telah datang dalam kehidpan saudara dan saya. Marilah kita sambut Natal dengan hati yang bersuka. Sebab Yesus yang telah lahir telah hadir dalam kehidupan kita yang percaya. Amin. NDP

KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (5)



Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.( Roma 5:8,9)


Tuhan menciptakan manusia sempurna, sesuai dengan gambar dan rupa Allah... dihembusi dengan nafas Allah... serta diberikan sejuta harapan kepada mereka. Hal tersebut dengan maksud hidup manusia menjadi berbahagia.

Namun semua harapan serta impian menjadi sirna kalau manusia jatuh ke dalam dosa. Belenggu Iblis mampu menghancurkan setiap harapan manusia!. Manusia hidup terpuruk pada jurang serta lembah kekelaman. Penghakiman dan penghukuman yang menanti kehidupan hingga pada kematian kekal selamanya.

Akan tetapi,... semuanya itu tidaklah membuat kasih Allah menjadi berkurang!. kasihNya justru semakin bertambah ketika melihat manusia yang semakin tidak berdaya. “Allah, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, ....”(Roma 8:32).

Yesus yang lahir sebagai bayi dikandang, dibungkus dengan lampin dan terbaring didalam palungan...hidupnya dihina, diolok, ditolak, dikhianati hingga akhirnya mati dengan tubuh yang terpecah dan darahNya yang tercurah diatas kayu salib dibukit Tengkorak...

Semuanya itu dilakukanNya sebagai wujud kasihNya kepada manusia. Sebagaimana harapanNya, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.(II Pet. 3:9). Tuhan mau tidak seorangpun menjadi binasa, melainkan setiap orang boleh beroleh pengharapan!. Yaitu mereka dapat beroleh keselamatan sorga mulia.

Saudara yang terkasih, hari-hari ini kita merayakan Natal. Natal adalah berita kesukaan besar atas seluruh manusia di bumi ini. Yesus yang lahir dikota Daud sebagai satu-satunya Juruselamat manusia. Amin. NDP

KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (4)



Kelahiran Kristus adalah bukti kasih yang disediakan Tuhan bagi kita, bukan saja pada masa kelahiran Tuhan Yesus, tapi sampai pada masa kini, Kristus tetap sama Dia menjadi sumber pengharapan yang tidak terbatas Rm 15:13  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Harapan kepada Tuhan itu benar dan pasti dan tidak terbatas. Beberapa ayat mengajarkan kepada kita untuk terus berharap pada Tuhan.

JANGAN BERHARAP PADA MANUSIA Yes 2:22  Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap? Orang lebih suka berharap kepada apa yang dimiliki manusia, kepandaian manusia, kekayaan manusia, tetapi Firmannya mengingatkan kepada kita untuk tidak berharap kepada manusia, sebab manusia hanya akan mengecewakan kita. Sebaliknya jika berharap kepada Tuhan, Dia pasti menyediakan  yang terbaik

MENARUH HARAPAN PADA TUHAN Yer 17:7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!  Yer 17:8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Kunci segala berkat adalah berharap pada Tuhan. Janji yang berkat yang disediakan bagi kita pasti digenapi. Sebagaimana FirmanNya….berharap kepada pribadi lain atau allah lain hanya akan menambah masalah baru dalam kehidupan kita.

BERHARAP SELAMA-LAMANYA Mzm 131:3  Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! Karena pengharapan dalam Tuhan tidak terbatas, maka berharaplah terus menerus hanya kepada Allah. tidak hanya waktu tertentu, atau satu dua kali tetapi terus berharap kepada Tuhan. sebagaimana pengharapan Ayub kepada Tuhan Ayb 27:3  selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,

Pengharapan membuktikan sampai seberapa jauh iman percaya kita kepada Tuhan? Amin (LGS)

KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (3)



I Kor. 13:8

Kasih Tuhan itu kekal karena Dia kekal. Kasih Tuhan itu tidak berkesudahan (Tidak pernah berakhir) membawa pengharapan yang tak terbatas. Marilah di dalam Natal 2017 ini merenungkan kasihNya dalam 3 hal:

Pertama. Dia menciptakan manusia, dan dijadikannya seperti diriNya sendiri (Gambar Allah) Kejadian 1:27. Karena umat manusia adalah puncak ciptaanNya. Bahkan di dalam Mazmur 8:6 berkata: “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat (kehormatanNya)”.

Kedua. Dia menghendaki manusia dapat mempertahankan hidupnya dengan kuasa kasihNya. Didalam Nehemia 9:6 berkata: "Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu”. Paulus juga berkata didalam Kolose 1:16. Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Artinya kasihNya itu bukan hanya memberi kehidupan kepada kita, tetapi kasihNya juga memelihara hidup kita. Namun sayang manusia itu tidak taat kepada Tuhan sehingga jatuh dalam dosa. 

Ketiga. Saat manusia jatuh dalam dosa, ia menebus dosa manusia dengan harga yang tinggi, diatas kayu salib. (2 Kor.5:15, 2 Petrus 3:9). Diatas kayu salib Kristus telah menjadi korban kehendak Bapa. Membuka jalan bagi penebusan dosa manusia, menjadi pembenaran, menjadi keselamatan, menjadi pendamaian, menjadi pengudusan yang sempura, menjadi jalan bagi kehidupan yang baru agar manusia yang percaya memiliki karakter illahi, menjadi milikNya, menjadi muridNya didalam Kristus Yesus dan menjadi mempelaiNya (wanitanya) yang sedang menanti mempelai prianya yaitu Yesus Kristus yang akan datang ke 2 kalinya. Inilah pengharapan iman orang percaya didalam Kristus Yesus yang setia. 

Sungguh kasihNya itu memulihkan dan membawa pengharapan yang tak terbatas. Amin. BS

KASIH-NYA MEMBUAT PENGHARAPAN TAK TERBATAS (2)


Ibrani 6:19-20


Penulis Ibrani menegaskan bahwa pengharapan itu adalah seperti sauh yang kuat bagi jiwa manusia!... bahkan pengharaan yang digambarkan seperti sauh yang aman bagi jiwa saudara dan saya. Hal tersebut dikarenakan Yesus sebagai perintis dan menjadi imam Besar selama-lamanya.

Apapun pengharapan kita dan seberapapun pengharapan saudara dan saya, jika hal itu kita arahkan dan serahkan kepada Yesus... ,maka akan menjadi sesuatu yang baik serta benar untuk kehidupan kita.

Rasul Yohanes berkata,” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16).Rasul Paulus menambahkan , “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. (Roma 5:8).

Kasih Allah menjadikan Yesus lahir dikandang dengan dibungkus kain lampin serta diletakkan diatas palungan... hidupNya dihina... diolok...dikhianati...bahkan akhirnya mati diatas kayu salib dengan tubuh yang terpecah serta darahNya tercurah. Rasul Yohanes menegaskan,” Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. (I Yoh. 4:10).

Saudara yang terkasih, Natal merupakan pernyataan kasih Allah yang total atas segenap manusia berdosa!. Manusia perlu tanggap dengan meresponinya, hingga pengharapan besar memenuhi  hidupnya. Sungguh, berbahagialah saudara dan saya yang percaya jika Yesus yang lahir di Betlehem adalah bayi Yesus yang telah hadir didalam hati kita. Amin. NDP