Carilah Kerendahan Hati (3)

Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri,
yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Zefanya 2:3
Sebagian besar kitab ini adalah peringatan serius akan hukuman Allah  yang akan datang . Zefannya melihat  datangnya hukuman  yang meliputi seluruh dunia karena dosa-dosa umat manusia (Zefannya 1: 2, 3 : 8) tetapi secara khusus ia memfokus pada hukuman  yang akan menimpa Yehuda karena dosanya , Zefannya menghimbau  agar bangsa itu bertobat  dan mencari Tuhan dalam kerendahan hati ,  nabi juga  menubuatkan suatu ketika Allah akan mengumpulkan umatNya dan menyelamatkan dan menebus umatNya  oleh karena itu  nabi  menawarkan harap kepada orang-orang yang sudah berbalik kepada Tuhan . Ia menasehati mereka untuk memeperdalam  komitmen mereka kepada Allah  dan jalan-jalanNya ; mungkin Allah berkenan melindungi mereka  ketika ia datang untuk menghukum  umatNya  menurut ( Richard waters) mereka harus mencari tiga hal  jikalau berharap mengalami pembaharuan dan berkat Tuhan, ada tiga hal yang juga penting sekali  bagi orang percaya masa kini :
1.     Mereka harus mencari Allah.
Hati mereka harus terarah kepadaNya dengan kerinduan mendalam  untuk mengenal dan mengasihi   Dia  sebagai Tuhan dan melindungi mereka  (Yeremia 29 : 13 - 14) ”dan apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku , apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati Aku akan memberikan kamu menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari segala bangsa  dan dari segala tempat kamu kuceraiberaikan, ...”
2.     Mereka harus mencari kebenaran sesuai dengan kebenaran Allah sesuai dengan hidup mereka  (Yesaya 1 : 21, Amos  5 : 24, Mat 6:33) “tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya  maka semuannya itu akan ditambahkan kepadamu “
3.     Mereka harus mencari kerendahan hati. Serta menyadari ketidak berdayaan mereka  dan kebutuhan untuk tunduk dalam ketaatan kepada Allah ( Bilangan 12 :3, Masmur 45 : 5 ,  Amsal 15 : 33) “takut akan Tuhan adalah  didikan yang mendatangkan hikmat  dan kerendahan hati mendahului kehormatan”

Jadi sikap hidup dalam mencari kerendahan hati tercermin dalam kehidupan manusia untuk mencari Allah, mencari kebenaranNya  dan kehendakNya . Kunci kesuksesan dan kunci berkat bagi orang percaya adalah kerendahan hati di hadapan Tuhan karena kita menyadari bahwa kita adalah ciptaanNya dan Allah sang pencipta sepatutnyalah kalau kita memiliki kerendahan hati. (PS)

Air itu akan mengalir dari tempat tinggi ke ketempat yang lebih rendah, semakin rendah hati semakin besar berkat itu di curahkan “                                                              

Carilah Kerendahan Hati (2)

Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri,
yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Zefanya 2:3

Zefanya menekankan ajakan untuk bertobat. Allah akan menghukum manusia atas dosa-dosanya. Tetapi penghukuman bukanlah akhir dari segalanya jika kita mencari Tuhan, melakukan keadilan dan hidup dalam kerendahan hati agar terlindung dari murka atau amarah Tuhan. Karakter manusia memang gampang-gampang susah. Dibutuhkan waktu karena manusia tidak memahami dirinya secara integral. Dalam kitab Zefanya memotivasi dan mengundang orang-orang yang berdosa atau bangsa yang acuh tak acuh agar memahami KASIH ALLAH mesih terbuka lebar-lebar. Zefanya berbicara tentang penghakiman dan selamat dari segala bangsa akan bergabung dengan umat Israel yang sisa untuk melayani Tuhan dan menikmati berkat-berkatNya.

            Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN. Tanda orang yang acuh tak acuh kepada Tuhan adalah:
1.     Zefanya 1:12 “... berkata dalam hatinya: Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!”
2.     Zefanya 3:2 “ Ia mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada Tuhan ia tidak menghadap.” Manusia diperingatkan supaya jangan apatis. Kehidupan manusia harus diwarnai dengan semangat berkumpul dan beribadah. Kita harus sungguh-sungguh mencari Tuhan.
Amos 5:4-6 “... Carilah Tuhan maka kamu akan hidup...” ada kehidupan atau keselamatan jika Mencari Tuhan. Yakobus 4:8 “ Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.

Horas!!!Horas!!!!Horas!!!

Carilah Kerendahan Hati (1)


“Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri,
yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Zefanya 2:3

Minggu ini Berit membahas tema berkenaan dengan “Carilah Kerendahan Hati”.  Zefanya mengingatkan kepada jemaat untuk selalu hidup dalam kerendahan hati. Rasul Paulus juga menegaskan “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah... kerendahan hati..” (Kolose 3:12). Alkitab menulis beberapa hal penting dengan ganjaran orang-orang yang mau merendahkan hati.
1.     Orang yang merendahkan hati akan dikasihi Tuhan (Amsal 3:24). Tuhan sangat mengasihi orang-orang yang mau merendahkan hatinya (Yakobus 4:6 ; 1 Petrus 5:5)
2.     Orang yang rendah hati akan dihiburkan Tuhan (2 Korintus 7:6). Penghiburan Tuhan akan diberikan kepada orang-orang yang mau merendahkan hatinya. Mereka akan mengalami suka-cita Tuhan yang besar dalam hidupnya.
3.     Orang yang rendah hati akan mewarisi negeri (Mazmur 37:11). Pemazmur Daud menegaskan bahwa setiap orang yang mau merendahkan hatinya akan mewarisi negeri! Bahkan hidup mereka akan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah yang dialami di negeri.
4.     Orang yang merendahkan hati beroleh pujian (Amsal 29:23). Pujian akan diperoleh dari orang-orang disekitarnya. Mereka akan disanjung serta dihormati.
5.     Orang yang rendah hati akan beroleh kekayan kehormatan dan kehidupan (Amsal 22:4). Pemeliharaan Allah senantiasa berlaku didalam hidupnya! Terlebih kepercayaan serta tanggungjawab akan ditambahkan dalam kehidupannya.

       Saudara yang terkasih didalam Tuhan carilah kerendahan hati, maka kita akan dikasihiNya, dihiburkanNya, mewarisi negeri, beroleh pujian serta beroleh kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Amin (NDP)  

KEBANGKITANNYA MENJADIKAN KITA HIDUP SELAMANYA (7)


Sabtu, 22 April 2017


Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Yohanes 11:25-26

               
Ayat ini percakapan antara Marta dengan Tuhan Yesus dalam kisah mujizat Yesus yang membangkin Lazarus yang telah meninggal empat hari. Ternyata Tuhan Yesus memiliki rencana yang indah dengan apa yang terjadi pada Lazarus, supaya Ia dapat bertindak melakukan suatu kebaikan yang bukan seperti yang diinginkan manusia, namum Tuhan Yesus ingin memperlihatkan kuasaNya yang besar. Sebab sebelum mengunjungi Lazarus, Yesus telah mengetahui bahwa Lazarus telah meninggal.

Namun Yesus menyatakan sikapNya yang menunggu dua hari lagi supaya Ia pergi menjumpai Lazarus adalah supaya melalui kejadian itu “Anak Allah dimuliakan” dan juga untuk memberikan pelajaran yang berharga akan pengenalan murid-muridNya tentang Tuhan Yesus untuk percaya bahwa Ia adalah sumber kehidupan. Sehingga kedatangan Yesus untuk mengunjung Lazarus bukan untuk menyembuhkan penyakit Lazarus sebagaimana harapan dari Marta, namun untuk membangkitkan Lazarus dari kematian. Tetapi ketika Yesus datang, didapati bahwa Lazarus telah meninggal selama empat hari.

Percakapan Yesus dengan Marta dan apa yang dilakukanNya setelah percakapan tersebut memberi pengajaran yang sangat berharga kepada yang percaya pada Yesus bahwa Ia adalah “Kebangkitan dan Hidup”. Bahakan lebih dari kisah ini, penyataan “Kebangkitan dan Hidup” itu telah nyata atas diriNya. Tidak ada kekuatan yang lebih kuat dari kematian, tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang dapat mengalahkan kematian. Dengan kebangkitan Yesus telah menaklukkan kematian manusia, karena kebangkitanNya adalah kemenangan atas kematian. Maha kuasa “Kebangkitan dan Hidup” itu tidak hanya terlihat pada ajaran maupun mujizat yang dilakukanNya, tetapi juga telah nyata atasNya.

 Ayat ini kembali mengingatkan kita semboyan dalam bahasa Latin yang mengatakan “memento mori” atau “ingatalah akan kematianmu”. Pada akhirnya secara jasmani semua manusia akan mengalami kematian. Tidak ada kuasa apapun di dunia ini dapat menyelamatkan kita dari kuasa kematian. Tetapi Yesus mengatakan “Akulah kebangkitan dan hidup ; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Walaupun manusia harus didalam Tuhan (hidup rohani) tidak akan pernah mati, yang akan memanggil dan membangkitkan kita kepada hidup yang kekal. (PA1000).

KebangkitanNya Menjadikan Kita Hidup Selama-lamanya (6)


Jumat, 21 April 2017

Yoh 11:25-26

Bulan  ini kita memperingati bulan paskah. Penyaliban Yesus dikayu salib merupakan karya penebusan terbesar yang Yesus lakukan untuk manusia yang penuh dosa, agar manusia itu  memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal. Rasul Yohanes menulis dalam  bagian  minggu  ini sebagian perenungan kita yang berkenaan dengan Kebangkitan-Nya menjadikan kita hidup. Apa yang akan kita pelajari dalam nats ini.

1.bangkitan-Nya: dalam bahasa Yunani  αναστασις anastasis. Allah memperlihatkan kuasa ilahi-Nya di depan dosa dan maut, dan sekaligus kehendak-Nya untuk menyelamatkan manusia. Jadi, kebangkitan orang percaya secara langsung adalah seutuhnya dampak dari kebangkitan Yesus Kristus   Juruselamat kita. Kebangkitan begitu khas bagi orang percaya, sehingga Yesus mengatakan bahwa ‘mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan’ (Luk 20:36).

2. hidup: dalam bahasa Yunani  ζωη zoe”. Tuhan Allah adalah Allah yang hidup dan pada-Nya ada sumber kehidupan. Kehidupan terjadi oleh firman-Nya Dalam Firman itu ada hidup dan hidup itulah terang manusia  Dan hidup yang kekal (hidup sepenuh-penuhnya) diberi kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus ( Yoh 3:16-36).

3. percaya: dalam bahasa Yunani “πιστευω pisteuo” ‘Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal’ (Ams 28:26), dan pikiran ini sering muncul dalam diri manusia. Yeremia memperingatkan supaya jangan percaya kepada apa pun yang dari manusia, ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya’menjauh dari Tuhan. Orang percaya tidak akan mengalami kematian riil sebab di dalam Kristus kematian diubah menjadi hidup jika kita percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus.

            Kita percaya bahwa kebangkitan Yesuslah yang memberikan kita hidup. Yesus telah bangkit  dari antara orang mati, ini menjadi bukti bahwa Yesus telah  menang atas dosa dan maut. Melalui kebangkitan-Nya inilah  yang memberikan kita sebuah jaminan dan pengharapan bahwa didalam Yesuslah ada kehidupan. Jadi saudara-saudara tidak ada yang dapat kita banggakan dalam hidup ini, melainkan kasih karunia Tuhanlah yang memampukan kita untuk tetap hidup dan hidup yang kekal hanya kita dapat didalam Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kita hidup pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai orang-orang percaya kepada-Nya. (Bb)