dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:2)
Setelah Yesus dilahirkan di Betlehem, datanglah orang-orang Majus dari suatu golongan keagamaan yang terpelajar dan mereka yang mengkhususkan diri pada astrologi yaitu ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan alam. Mereka bertanya-tanya: “Dimanakah Dia, Raja yang baru dilahirkan itu?. Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia”. Jadi, Yesus sebagai Raja itu merupakan kegenapan dari Janji Allah.
1. 2 Samuel 7:16.
Allah pernah berjanji kepada Daud, akan datangnya seorang Raja yang akan memerintah bangsa Israel. Yesuslah kegenapan janji itu.
2. Yesaya 1:32-33.
Yesaya menubuatkan bahwa putra yang akan dilahirkan itu akan mendirikan tahta Daud dan memerintah diatasNya.
3. Lukas 1:32-33
Malaikat yang memberitakannya kepada Maria bahwa bayi yang dikandungnya itu akan memerintah atas keluarga Yakub serta memiliki tahta Daud.
4. Yohanes 1:10.
Namun dunia tidak mengenalnya. Dunia artinya masyarakat secara keseluruhannya acuh tak acuh atau menolak Yesus. Penolakan itu nampak mulai dari kelahiranNya. Namun dengan kematianNya, Dia tidak pernah berhenti sebagai Raja. Dia Raja sekarang, dan Dia juga Raja yang akan datang yang dinantikan kedatanganNya. Dan kerajaanNya pasti terealisasi. (Matius 25:31); (Wahyu 10:15). Yesus akan duduk disinggasanaNya membawa zaman keemasan yang telah lama dinanti-nantikan dunia.
5. Yohanes 1:12
Tetapi semua orang yapng menerimaNya, diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Berbahagialah saudara dan saya yang percaya dan menerima Dia dan mengakui Dia sebagai Raja yang layak disembah ditinggikan dan dimulyakan.
Mengingat Yesus sebagai Raja, adalah mengingat hakNya atas… bangsa dan umatNya yang percaya diseluruh bumi, Termasuk kita yang ada didalamnya berada didalam kuasaNya dan pembelaanNya serta penyertaanNya. Oleh sebab itu betapa kita harus bertekun dalam pengiringan kita kepadaNya. Sembahlah Dia. Amin. (BS).
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:2)
Kata menyembah menunjukkan kepada sebuah penundukan diri dihadapan Tuhan yang besar. Jadi menyembah bukan hanya dilihat dari caranya, melainkan dari hatinya yang tertuju kepada Tuhan yang disembahnya, menyembah berarti :
1 . Mengagungkan Tuhan (Maz 145 :1)
Sebuah posisi yang menempatkan Tuhan sebagai pribadi yang besar
2 . Membesarkan Tuhan (Maz 48:2)
Sebuah pengakuan akan kebesaran Tuhan di dalam hidup kita
3 . Memuji Tuhan (Maz 103 )
Sebuah kesukaan yang hidupnya senang untuk memuji nama Tuhan.
Dengan apa kita menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran
1 . Dengan mencurahkan isi hati (Amsal 1:23)
Artinya: Ada kesungguhan yang luar biasa dalam menyembah Tuhan
2 . Pujilah nama Tuhan hai jiwa ku (Maz 103 :1,22)
Sampai menyentuh ke wilayah jiwa kita yang paling dalam
3 . Beribadah atau yang menyembah Tuhan dengan segenap hati (Ul 10:12)
Menyembah dengan penuh sentuhan atau jamahan
Berapa hal yang dapat kita terjemahkan untuk menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran, diantaranya kita harus menyembah dalam kebenaran, dengan kondisi diri yang telah dibenarkan. Dalam Roh menunjukkan bahwa sisi menyembah sampai menyentuh kedalam roh kita .
Mengapa Tuhan menghendaki para penyembah yang demikian.
1 . Karena berkenan di mata Tuhan(Maz 51:8 )
Berkenan berarti sesuatu yang sangat di senangi oleh Tuhan
2 . Berkenan bagi Tuhan (Maz 51:21 )
3 . Sebagai korban yang harum buat Tuhan (Ef 5:2)
Penyembahan itu ternyata diidentikkan dengan sebuah korban persembahan. (PS)
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:1-2)
Melalui tindakan orang-orang Majus yang datang kepada Yesus dengan “ menyembah”. Hal tersebut menjadi teladan penting yang dapat kita teladani. Kata “Menyembah” dipakai kata “hawah” yang dalam Septuagenta” ditulis dengan “proskuneo” yang berarti “ sembah” atau “sujud menyembah”. Sebuah tindakan yang dilakukan oleh para abdi kerajaan terhadap raja yang dihormatinya!. Dalam perjanjian lama kata itu dipergunakan sekitar 170 kali...52 kali dilakukan terhadap manusia ( Kej. 33:3 ; I Raja 1:23; Neh. 8:6)...63 kali dilakukan terhadap Tuhan (Kel. 33:10; 1 Sam. 1:3; Maz. 5:8..)...dan 55 kali terhadap dewa atau baal lain. (II Raja 5:18. ) dll.
Sedangkan kata “hawah” (sujud menyembah) dapat diberikan pengertian sebagai tindakan atau kegiatan yang patut bagi seseorang yang datang dengan penuh kesadaran kepada hadirat Tuhan. Ada 3 hal yang ditekankan.
1. Kegiatan yang patut dilakukan !
Orang-orang Majus sangat menyadari dan mengerti tentang sikap apa yang harus dilakukan. Menyembah Yesus sebagai tindakan yang patut mereka kerjakan!. Sesuatu yang memperkenan hati Tuhan.
2. Sikap hati yang patut untuk diberikan!
Mereka melakukan itu didasari hati yang tulus ikhlas serta sukacita tanpa ada perasaan terpaksa!. Kesadaran hati yang penuh untuk menyembah bayi Yesus menyatakan segala pikiran dan pengetahuannya. Hal ini sebagai persembahan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan emas, kemenyan dan mur yang mereka miliki.
3. Keyakinan adanya hadirat Tuhan!.
Semua itu mereka lakukan adanya kesadaran akan hadirat Tuhan!. kehadiranNya menjadikan para Majus melakukannya tanpa lelah dan menyerah. Hal itu menjadi berkat terbesar yang mereka peroleh dalam rangka menyembah bayi Yesus.
Saudara yang terkasih, marilah kita bersama menyambut Yesus dengan hati yang mau menyembahNya. Amin. NDP
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
Yoh 15:14
Saudaraku, dari ayat ini kita tahu bahwa Tuhan Yesus itu adalah sahabat kita yang sejati. Artinya Dia tidak akan pernah mengkhianati kita, bahkan Dia selalu memberi yang terbaik bagi kita. Dan kita orang percaya bisa mempercayakan segala sesuatu kepadaNya bahkan seluruh aspek kehidupan kita sekalipun. Tetapi sebaliknya? Dapatkah kita meluangkan waktu, dan bergaul karib dengan Dia disertai rasa takut akan Dia lebih lagi dan lebih lagi”. Kalau hal ini yang kita lakukan dalam hidup kita, maka Roh Allah yang ada didalam kita itu pasti akan melahirkan kerinduan dan kehausan bagi kita. Maka kita akan selalu mengenal Allah lebih dalam, dalam, dan dalam lagi. Jangan sampai kita yang sudah dijadikan sahabat Allah berkata: “Ya, udahlah saya mah sampai disini aja cukup”. Ingat saudaraku, itu tidak Alkitabiah.
Galatia 4:1: persahabatan dennga Allah akan menjadikan kita anak yang telah akhil baliq atau dewasa (tidak kanak-kanak).
Ibrani 12:8 dan bukan anak gampangan.
Lukas 19:17 Menjadikan kita hamba yang baik dan setia.
Maleakhi 3:17 Menjdikan kita anak yang melayani.
Jadi, persahabatan dengan Allah itu akan memperindah segalanya. Persahabatan dengan Allah akan membuat kehidupan kita luar biasa.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, yang mengatakan “Kamulah sahabatKu” itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Itu baru koma,.... jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Jadi jangan kita mengangkat diri sendiri sebagai sehabat Allah berdasarkan kebenaran kita sendiri, berdasarkan kehendak Kita sendiri. Sebab tidak mungkin (nonsen) kita disebut sahabat Allah kalau hidup kita tidak berjalan dalam kebenaran Allah dan tidak menurut kehendak Allah.
Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Abraham).
Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Daud).
Sahabat Allah artinya mengerti apa yang Tuhan mau (Yesaya).
Kalau kita juga mengerti apa yang Tuhan mau kita juga adalah sahabat Allah. Amin. (BS)
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. ... Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.. Yoh 15:14-15
Minggu ini Berit membahas tema berkenaan dengan “Menjadi Sahabat Allah”. Arti sahabat adalah orang ketiga dalam kehidupan manusia selain orang tua dan saudara. Sahabat merupakakan orang yang sangat dekat dengan kita...layaknya seorang saudara (bahkan bisa melebihi seorang saudara). Ada pendapat yang berkata, “ Sahabat juga bisa diartikan sebagai orang yang bisa paling jujur diduna”. Hal itu didasari rasa saling kepercayaan yang tinggi dan pengertian yang tinggi tidak saling menyakiti perasaan satu sama lain.
Pernyataan Yesus dalam Injil Yohanes menunjuk pada konteks “Perintah supaya saling mengasihi”. Pada bagian itu Yesus menegaskan supaya mereka hidup saling mengasihi!.
Ada 2 hal penting yang dapat kita pelajari serta kita renungkan melalui nats diatas berkenaan dengan tema Berit:
1. Sebagai sahabat Allah harus menuruti perintahNya!. ( Yoh. 15:14).
Salah satu perintahNya adalah agar kita hidup saling mengasihi. Mengasihi seorang kepada yang lain tanpa pamrih...mengasihi dengan tulus dan segenap hati,...mengasihi sebagaimana Tuhan juga mengasihi kita. Dengan hidup saling mengasihi maka Tuhan akan berkenan dan bersuka cita. Masih banyak peritahNya, marilah kita sebagai sahabatNya hendaklah mau hidup dengan menuruti segala perintahNya, perintah-printahNya itu tidaklah berat!. ( I Yoh. 5:3).
2. Sebagai sahabat Allah akan mengerti rahasia Allah (Yoh. 15:15.
Yesus berjanji akan memberitahukan kepada saudara dan saya perihal rahasia hidup yang telah diterimaNya dari Bapa di sorga. Tidak ada hal-hal yang tersembunyi...semuanya akan diberitahukan kepada kita.
Saudara yang terkasih didalam Tuhan Yesus, sungguh sukacita serta bahagia saudara dan saya boleh menjadi sahabat-sahabat Allah!. Tidak saja kita akan menjadi pribadi yang dekat dengan Dia...bahkan kita pasti akan menjadi orang-orang yang paling dikasihiNya. Menjadi sahabatNya, berarti menjadi milik serta kesayanganNya. Biarlah kita boleh menjadi sahabat-sahabatNya yang selalu menuruti perintahNya serta mampu memperkenanNya. Amin. NDP.