Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:31 - 33)
Pernyataan Malaikat Gabriel tentang indentitas Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi menunjukkan bahwa bayi Yesus bukanlah bayi biasa!... bukan pula seperti bayi pada umumnya!.
Ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari dan renungkan melalui nats diatas.
1. Yesus akan dikaruniakan Takhta Daud
Adanya kedudukan dan jabatan yang tinggi disediakan bagi Yesus. Untuk memerintah kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya.
2. Yesus akan dikaruniakan kekuasaan yang kekal!.
Yesus akan menjadi Raja atas segala keturunan dibumi ini. KerajaanNya tidak akan berkesudahan. Sebagaimana nubuatan yang Yesaya terima, Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, ......Besar kekuasaannya, ...... di atas takhta Daud dan di dalam kerajaanNya, .... dari sekarang sampai selama-lamanya. (Yesaya 9:5-6)
Saudara yang terkasih dalam Tuhan, mariah kita bersama menyambut Natal dengan menempatkan Yesus bukan sebagai bayi biasa yang lemah dan tidak berdaya. Tetapi, mari kita mau menjadikan Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi!. Dialah yang akan mewarisi takhta Daud... Yesus akan menjadi Raja atas keturunan Yakub....Dan Yesus akan memerintah dalam kerajaanNya sampai selama-lamanya. Amin, NDP
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:2)
Yesus lahir dan hadir kedalaman dunia karena dasar kasih yang sempurna, satu karunia yang besar dinyatakan melalui Natal ini menggugah para Majus untuk mencari kehadiran Juruselamat itu. Minggu ini kita merenungkan satu tema yang mengantar kita pada makna penantian akan Putra Natal. Beberapa pokok yang perlu kita hayati berkenaan dengan itu.
1. Antusias Menyembah Tuhan
Antusias orang-orang Majus untuk mencari dan untuk menemukan sentral pnyembahaan mereka sangat besar, sehingga mampu menggetarkan keberadaan Herodes yang merasa tersaingi oleh kehadiran Mesias.
Tak pernah menghiraukan jarak begitu jauh yang harus mereka tempuh, mereka berusaha berjalan demi melihat Sang Putra Tunggal yang lahir diBetlehem dan ditandai dengan bintang Timur yang gilang gemilang
2. Kedatangannya Menjadikan yang Jauh menjadi dekat
Banyak orang yang mendengar kabar Kelahiran Mesias diBetlehem namun tidak semua merespon bahkan sampai datang menyembah. Orang orang Majus datang dari jarak yang begitu jauh datang dan menyembah Bayi Kristus yang baru lahir. Pembelajaran bagi kita sebagai orang percaya bahwa orang orang Majus terpanggil dalam Penyembahan Karena Raja yang Agung telah lahir mampu memberikan Keselamatan kepada mereka
3. Datang dan Menyembah Menjadikan Kecil menjadi Besar (ayt 6)
Betlehem dipandang sebagai daerah yang kecil, daerah yang tidak terkenal namun jelas Firman Tuhan disampaikan bahwa Betlehem tanah Yehuda bukanlah yang terkecil karena Kehadiran Sang Raja Agung,Raja diatas segala Raja memimpin kerajaan Sorga. Janganlah memandang identitas kita sebagai minoritas atau kecil karena kita punya Raja yang besar
Saudaraku biarlah ketiga poin diatas boleh menjadikan kita dewasa yang menuntun pada kesetiaan untuk datang Menyembah Yesus yang datang untuk menyelamatkan kita dari kutuk dosa. Amin. (Angel)
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:1-2)
Berit minggu ini membahas tema berkenaan dengan “Orang Majus Datang Untuk Menyembah Yesus”. Dalam Tradisi Kristen, Orang Majus atau “Orang Bijaksana” atau “Raja-raja dari Timur”. Dalam bahasa latin Orang Majus disebut ”Orang Magus”. Mereka dianggap oleh banyak orang sebagai pribadi dari Kerajaan Media (Pendeta Zoroastrian). Mereka juga orang-orang yang sangat memahami dunia astrologi dari persia kuno.
Dalam Injil Matius diceritakan bahwa mereka datang dari Timur tuk menuju Yerusalem. Mereka berjalan dengan mengikuti tanda bintang (Bintang Natal). Mereka juga datang dengan membawa hadiah emas, kemenyan dan Mur) tuk dipersembahkan kepada bayi Yesus. Bahkan kedatangannya untuk menyembah Yesus yang berada di palungan.
Dalam tradisi syria, menyebut tiga nama orang Majus: Larvanadad, Hormisdas dan Gusnasaf. Sedangkan dalam tradisi Armenia hanya menyebut dua nama, yaitu Kagba dan Badadilma. Bahkan dalam tradisi Eropa, orang-orang Majus itu disebut dengan “Para Tiga Raja” yang bernama Baltasar, Melkior dan Kaspar.
Sedangkan seorang bapa gereja yang bernama “Origanes” merupakan orang pertama yang mempergunakan nama-nama diatas. Dan baru abad ke 6, kisah tentang para Majus itu muncul sebagai kisah yang menarik serta populer.
Sikap orang-orang Majus ini patut menjadi pelajaran dan perenugan bagi hidup kita. Memiliki motifasi yang benar serta keyakinannya yang besar. Mereka berjalan tanpa lelah serta putus asa untuk berjumpa dengan Yesus. Bahkan kerendahan hati serta kedatangannya ditujukan melaui sikapnya dengan menyembah bayi Yesus. Bahkan merekapun akhirnya mencari jalan lain untuk tidak menemui Herodes.
Saudara yang terkasih, minggu ini kita bersama telah memasuki bulan Desember. Bulan penting bagi kita tuk memperingati dan merayakan Natal. Marilah kita bersama memberi hati seperti para Majus, datang menyembah dengan hati yang tunduk dan tulus kepada Yesus. Amin. NDP
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat. 2:2)
Puji nama Tuhan saudara kita telah memasuki bulan Desember, bulan dimana dinanti-nantikan oleh seluruh umat khususnya orang Kristen dalam rangka memperingati hari kelahiran raja yaitu Tuhan Yesus NamaNya. Moment natal merupakan moment yang sangat penting sehingga gereja Tuhan tidak ingin melewatkan begitu saja, maka kita melihat gereja-gereja Tuhan sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk memberi yang terbaik bagi kelahiran Raja. Saudara yang terkasih kita akan melihat perenungan kita minggu ini berkenaan dengan tema kami datang untuk menyembah Dia. Maka saya ingin memberikan beberapa point untuk kita boleh renungkan bersama.
Ada alasan-alasan mengapa orang majus datang menyembah Dia.
a. Juruselamat Manusia telah Lahir yaitu Yesus (Mat 1:21). Kelahiran Yesus di Betlehem di tanah Yudea telah lama di nubuatkan oleh kitab para Nabi untuk menggenapkan Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama. Yesus atau Mesias yang orang majus lihat tersebut adalah Raja yang berkuasa, datang untuk menebus semua dosa manusia untuk diselamatkan dan Dia layak untuk disembah.
b. Yesus sebagai Raja Agung (Mat 2:6). Sebab ada tertulis “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Dasar ini lah orang-orang majus yang melihat bintang itu datang dan menyembah Dia.
c. Kemuliaan Yesus telah Nampak (Mat 2:2) Cahaya bintang yang bersinar di timur itu menandakan bahwa Raja yang telah datang itu penuh dengan kemuliaan-Nya yang besar untuk menerangi seluruh bumi. Saya percaya bahwa apa yang dilihat oleh orang majus tersebut benar terjadi ketika orang majus tiba di Betlehem dan melihat Yesus penuh dengan cahaya kemuliaanNya.
Terpujilah nama Tuhan... (Be).
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
(Mat. 2:2)
Pada saat kelahiran Tuhan Yesus, mereka yang menerima kabar sukacita dari malaikat, mereka yang melihat tanda bintang dan mereka yang mengerti nubuatan nabi tentang kelahiran juruselamatkan mereka semua datang sujud menyembah kepada Tuhan Yesus. Sebab Dialah maha tinggi dan Dialah Tuhan sang pencipta, Dia juga Allah juruselamat kita.
MENYEMBAH DAN PERCAYA Yoh 9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. Menyembah kepada Tuhan harus ada unsur percaya kepada Dia, bahwa Dialah yang akan menyelamatkan hidup kita dan Dialah yang memimpin hidup kita setiap saat dan setiap waktu kita harus menyembah kepada Tuhan.
MENYEMBAH, DAN BERBAKTI Luk 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Dia Tuhan yang telah melayani kita, menyediakan semua yang kita perlukan bahkan yang tidak terpikirkan. Sebab itu kita datang berbakti dan menyembah Tuhan. setiap saat Tuhan melayani kita, setiap saat juga kita harus menyembah Tuhan.
MENYEMBAH DAN BERSUKACITA Luk 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Tuhan menyediakan sukacita bagi kita yang mau datang sujud menyembahNya, para gembala, orang majus juga sangat bersukacita bertemu dengan sang juruselamat.
Didalam menyembah Tuhan, menambah kepercayaan kita kepadaNya, meningkatkan bakti kita kepadaNya dan menerima sukacita yang disediakan Tuhan bagi kita. Amin (LGS)