TUHAN MENGENAL SIAPA KEPUNYAAN-NYA (2)



 (II Tim. 2:19)

Tuhan mengenal kita melebihi seorang bapak di dunia yang mengenal anaknya. Tuhan mengenal kita sampai kedalaman hati kita. bahkan Tuhan mengetahui apa yang terjadi dalam hari-hari hidup kita. Hal ini  seharusnya membuat setiap anak Tuhan tidak lagi hidup dalam ketakutan dan kekuatiran. Karena Tuhan sungguhmengenal siapa kita, bagaimana kita, dan apa yang kita butuhkan. 

TUHAN MENGENAL KEPUNYAANNYA 2Tim 2:19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Tuhan mengenal  kemampuan kita, keterbatasan kita, bahkan seluruh hidup kita Tuhan mengerti. Dalam nas ini Tuhan membimbing nuntun setiap orang yang dikenalNya untuk hidup dalam kebenaran yaitu untuk menjauhi kejahatan.

TUHAN MENGENAL DOMBA-DOMBANYA Yoh 10:14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.  Tuhan menjadi gembala yang baik yang siap untuk menolong domba-dombanya menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan bahkan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Tuhan mengenal juga apa yang kita inginkan bahkan yang tidak terpikirkan oleh kita sekalipun,  Tuhan sediakan dalam hidup kita. Kita bersyukur karena Tuhan yang mengenal kita, Dia menyediakan dan menjagai dimanapun kita berada. 

TUHAN MENGENAL ORANG MENGASIHI TUHAN 1Kor 8:3  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.  Tidak ada sesuatupun yang sia-sia pada saat seorang yang mau mengasihi Tuhan. sebab Tuhan mengenal kita, mengerti kita bahkan Dia memperhatikan hidup kita. segala sesuatu disediakan oleh Tuhan yang kita kasihi. Melakukan kehendak Tuhan itu bukti kita mengasihi Tuhan dan jaminannya adalah kita dikenal Tuhan. 
Memang bagi orang yang tidak kenal kita tidak berurusan apapun dengan mereka, tetapi kepada orang yang kita kenal ada ikatan, ada komunikasi, bahkan ada kehidupan untuk menjalin pengenalan kita satu dengan yang lain demikian kita bersama Tuhan, kita harus dekat menjalin hubungan dengan Tuhan sebagai bukti Tuhan mengenal kita dan kita mengenal Tuhan. Amin (LGS)

TUHAN MENGENAL MILIK KEPUNYAAN-NYA (1)


“Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." (II Tim. 2:19)

Tuhan itu maha tahu!. Dia sangat mengenal dan mengetahui semua hati manusia (Lukas 16:15). Tuhan juga mengetahui semua pikiran manusia (Lukas 11:17). Bahkan, Dia mengetahui rancangan-rancangan hidup manusia. Pemazmur berkata, “Tuhan mengetahui rancangan-rancanan manusia”(Mazmur 94:11a). Tidak ada yang Tuhan tidak tahu berkenaan dengan hidup manusia!. Sebab tidak ada yang tersembunyi bagi Allah.

Begitu juga dengan kehidupan orang percaya!. Tuhan sangat mengenal milik kepunyaanNya. Dia Tuhan yang memiliki hidup kita (Roma 14:8), Tuhan mengetahui setiap rancangan hidup orang percaya (Yer. 29:11), dan Tuhan juga sangat mengenal jalan orang-orang benar (Maz. 1:6).

Bagaimana sikap kita menanggapi hal tersebut.
1. Hidup dengan memuliakan Tuhan !. ( I Kor. 6:20).
Memuliakan Tuhan dengan seluruh anggota tubuh kita!. Mulut yang memuji-muji Tuhan... bertepuk tangan dengan bersorak-sorai tuk mengagungkan namaNya. Paulus menegaskan “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah .... Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13). Hidup dengan menjaga kekudusan tubuh dari segala belenggu dosa yang mengintainya.
2. Hidup untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10).
Sebagai buatan tangan Allah dan telah diciptakan kembali dalam Kristus Yesus... hendaklah saudara dan saya mau senantiasa hidup melakukan pekerjan baik. Kata baik dipakai kata “agatos” yaitu baik sesuai dengan kehendak dan perintahNya!. Bukan baik menurut kita atau dunia. Karena hal itu telah dipersiapkan  dan dirancang Allah sebelum dunia diciptakan. Tuhan mau supaya saudara dan saya hidup melakukan pekerjaan baik itu. 

Saudara yang terkasih, dengan Tuhan mengenal hidup saudara dan saya... marilah kita mau menghidupi hidup dengan benar dan bertanggungjawab, yaitu dengan hidup yang memuliakan Tuhan serta melakukan pekerjaan baik yang sudah Tuhan persiapkan untuk kita, anak-anakNya yang percaya kepadaNya. Amin. NDP

TUHAN SEMAKIN BESAR, AKU SEMAKIN KECIL (6)



“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3 : 30)

Tema ini merupakan ungkapan dari Yohanes ketika orang Yahudi datang kepada  murid Yohanes dengan memperselisihkan baptisan. Saya percaya maksud dari orang Yahudi ini ingin membuat perpecahan  antara murid Yohanes dan Yohanes sendiri. Tetapi saya senang dengan jawaban yang diberikan Yohanes kepada murid tentang Yesus.  maka ada beberepa point yang boleh kita renungkan berkenaan dengan tema kita minggu ini. 

1. Yohanes sadar bahwa ia bukan Mesias (Yoh 3:28). Yohanes mengerti bahwa dirinya hanya seorang hamba yang diutus, dipakai oleh Tuhan untuk mendahuluiNya  dalam membaptis dan menjadi saksi bahwa hanya Yesus yang berhak untuk dimuliakan dan ditinggikan walaupun mereka bersama-sama bertugas untuk membaptis orang.   Sehingga, Yohanes tidak mencuri kemuliaan Tuhan meskipun ia dipandang oleh orang sebagai guru tetapi hal itu tidak membuat ia menjadi sombong dan tinggi hati.
 Hidup kita sebagai alat untuk memuliakan Tuhan:  Kita manusia mudah menjadi sombong dengan talenta dan kekuasaan yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi dengan tema kita minggu ini biarlah apa yang kita miliki itu untuk kemuliaaan nama Tuhan saja.  

2. Yohanes mengerti bahwa sukacitanya menjadi penuh ketika banyak orang datang kepada Yesus (Yoh 3:29). Jelas bahwa apa yang menjadi haparan Yohanes telah menjadi nyata bahwa dalam pelayanannya itu untuk memuliakan Tuhan, Yohanes paham betul bahwa yang memiliki jemaat dan gereja adalah Tuhan bukan dirinya dia hanya seorang sahabat.
Pelayanan kita untuk memuliakan Tuhan:  Apa yang Tuhan percayakan dalam pelayan kita untuk nama Tuhan bukan nama kita yang di muliakan sehingga kita tidak menjadi orang sombong.

3. Yesus semakin besar kita semakin kecil (Yoh 3:30). Ungkapan ini yang menjadi inti point bahwa nama Tuhan yang terus,dan terus di kita muliakan dengan kita mengosongkan diri kita sebagai hamba Allah..Amin (Be).  

TUHAN SEMAKIN BESAR, AKU SEMAKIN KECIL (5)




“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3 : 30)

Ayat ini mengisahkan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Pada saat itu Yohanes sudah cukup terkenal karena pewartaan, cara hidupnya dan pembaptisan yang dilakukannya. Sejumlah orang menggabungkan diri dan menjadi pengikutnya. Suatu ketika, Yohanes ditanyai mengenai pembaptisannya dan pembaptisan yang dilakukan oleh para murid Yesus. Yohanes menyadari bahwa dirinya adalah utusan untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias. Ia memberikan kesaksian yang tepat dan benar tentang Yesus, Sang Mesias itu. Katanya, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”. Yohanes sadar saatnya tiba untuk Yesus melanjutka pelayanannya dan kini saatnya Yesus untuk tampil. Yohanes sungguh menunjukkan kerendahan hatinya, sekalipun sesungguhnya ia adalah seorang nabi terbesar dari para pendahulunya, karena ia adalah nabi terakhir dalam nubuat Perjanjian Lama dan ia adalah nabi pertama dalam sejarah Perjanjian Baru. Dan Yesus pun memberi kesaksian tentang Yohanes, bahwa ia adalah manusia yang terbesar diantara yang pernah dilahirkan perempuan didunia ini (lih. Mat 11:7-15). 

Dari Yohanes Pembaptis kita pun bisa belajar:
1. Menjadi saksi Kristus. Ada banyak hamba Tuhan yang ingin dianggap orang penting. Mereka lebih banyak memberi kesaksian tentang diri sendiri ketimbang tentang Kristus, Yohanes tahu benar posisinya. Ia mengaku terus terang bahwa ia bukan Mesias. Seluruh pelayanannya difokuskan pada Yesus Kristus Sang Mesias. Dia yang lebih besar, Dia harus diagungkan. Dia harus diutamakan. Dan dirinya hanyalah penyambung lidah dan jari yang menunjuk kepada-Nya. Relakah kita menjadi semakin kecil, supaya Kristus menjadi semakin besar? ;Matius 28- 20 , Lukas 24 :47-48 ‘…kamu adalah saksi dari semuanya ini “
untuk menjadi saksi maka harus  a. Bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan (Kis. Rasul 1: 42) Ada rasa lapar dan haus akan kebenaran Firman Tuhan sebab Firman Tuhan itu yang memerdekakan setiap orang. b. bersekutu  (Kisah Rasul 1: 46) bersekutu di Bait Allah (Gereja Tuhan) dan dirumah-rumah keluarga Tuhan. Selalu berkumpul untuk pecahkan roti (fellowship) dan berdoa bersama
 2. Belajar menjadi pribadi yang rendah hati. Kerendahan hati sangat diperlukan dalam beriman dan hidup bersama orang lain. Kerendahan hati menjadi pintu masuk bagi Tuhan untuk berkarya dalam hidup kita. Kerendahan hati membuat kita berlaku jujur, tulus dan mampu melayani sesama. 

Tuhan mau agar kita belajar dari kerendahan hati Yesus. Dengan kerendahan hati, kita bisa memaafkan kesalahan rekan kita. Dengan kerendahan hati,kita bisa menerima kelemahan dan kekurangan orang lain; tapi juga mengakui kelebihan dan keistimewaan orang lain. Dengan kerendahan kita, kita mengutamakan kepentingan orang lain atau pekerjaan Tuhan di atas kepentingan diri kita sendiri. Dengan kerendahan hati, kita bisa memberikan dukungan dan support bagi teman kita untuk maju dan berkembang. (PS)

TUHAN SEMAKIN BESAR, AKU SEMAKIN KECIL (4)




“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3 : 30)


Yohanes Pembaptis adalah seorang Rasul yang seharusnya mendapat acungan jempol dari banyak orang, karena dia adalah seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Reputasinya sebagai pengkhotbah yang tidak mau kompromi dengan keyakinannya. Yohanes menyampaikan kebenaran Allah tanpa takut terhadap siapapun. Termasuk dosa Herodes yang diabaikan begitu saja oleh para pemuka Yahudi, tetapi Yohanes.. berani bangkit untuk mengecam Herodes. Yohanes Pembaptis adalah seorang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, takut akan Tuhan dan setia kepada Tuhan dan firmanNya. Bahkan Tuhan Yesus sendiri memuji dia dan berkata:. Aku berkata kepadamu: Sesunguhnya diantara mereka yang dilahirkan oleh perempuan, tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripadanya.“ Namun Yohanes sendiri berkata: Tuhan makin besar aku makin kecil. Artinya Tuhanlah yang terpenting aku tidak penting. Inilah kerendahan hari yang ditinggalkan oleh Yohanes untuk menjadi teladan dalam hidup kita. 

Setiap orang percaya, tidak hanya dipanggil untuk diselamatkan dan menikmati berkat-berkat saja, melainkan juga dipanggil untuk menjadi berkat mengikuti semua perintah dan  teladan yang Tuhan Yesus sudah berikan yaitu untuk  hidup dengan rendah hati. Kerendahan hati adalah salah satu karakter Yesus yang tidak bisa ditiru oleh iblis. Kerendahan hatiNya dibuktikan dengan kedatanganNya sebagai manusia, sekalipun Dia setara dengan Allah. Dia mau berteman dan makan bersama-sama pemungut cukai, dan bersedia diurapi dengan seorang wanita tunasusila. Puncak Kerendahan hatiNya nyata ketika Dia rela mati dikayu salib sebagai orang yang terkutuk, sekalipun Ia tidak bersalah. 

a Kerendahan hati membuat Yesus ditinggikan sehingga Allah.. memberiNya nama diatas segala nama. 
a Kerendahan hati mambuat Yesus tekun menanggung segala bantahan/hinaan yang hebat. 

Apabila kerendahan hati itu juga ada pada kita,  maka kerendahan hati itu juga akan memampukan kita.  Amin. BS