JANGAN BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA (5)

Jumat, 8 Juli 2016

“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” ( I Kor. 2:4-5)

Hikmat sangat dibutuhkan oleh setiap orang!. Khususnya dalam mengambil keputusan serta tindakan tertentu yang memerlukan pertimbangan yang matang. Penulis Amsal menyatakan, ... karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Hikmat lebih berharga dari pada permata; ...” (Amsal 3:13-15).

Dalam bagian lain, Salomo juga menggambarkan hikmat secara metaforis: Hikmat adalah perhiasan bagi lehermu (Amsal 3:22) ... hikmat menjadi karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. (Amsal 1:9) ... hikmat juga akan menjadi mahkota yang indah (Amsal 4:9), bahkan permata yang paling berharga (Amsal 20:15).

Ada beberapa hal penting yang dapat kita renungkan melalui nasehat Rasul Paulus dalam nats diatas : ... Jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah”.

1. Percaya kepada hikmat Allah, bukan hikmat manusia!.
Percaya bahwa hikmat dari Allah itu benar, sebaliknya hikmat yang berasal dari manusia itu bisa salah. Percaya jika hikmat yang berasal dari Allah itu pasti mendatangkan kebaikan, sebaliknya hikmat dari dunia itu bisa mendatangkan hal yang buruk/jahat.

2. Menempatkan hikmat Allah diatas hikmat manusia!.
Menjadikan hikmat Allah sebagai tolak ukur segala tindakan dan keputusan!. Sedangkan hikmat-hikmat yang lain harus diuji kebenarannya dengan hikmat Allah yang kita percayai.

3. Bertumbuh dalam iman dengan hikmat Allah.
Membangun kehidupan rohani berdasarkan hikmat Allah!. Dengan cara mempelajari firman serta merenungkannya... sehingga firman tersebut akan menuntun dan memberikan pertimbangan-pertimbangan yang baik dalam rangka kita mengambil keputusan.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, janganlah hidupmu bergantung kepada hikmat manusia. Melainkan marilah bersama hidup bergantung dengan hikmat Allah dan kekuatanNya... Kiranya anugerah serta pimpinanNya akan selalu dinyatakan dalam kehidupan kita . Amin. NDP

 

JANGAN BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA (4)

Kamis, 7 Juli 2016

Sering kali kita sebagai orang-orang percaya menghadapi persoalan-persoalan yang memerlukan hikmat/ kebijaksanaan untuk menyelesaikan persoalan. Bahkan kitapun sangat membutuhkan hikmat dalam menghadapi konflik atau sesuatu hal dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Dan banyak dari kita lebih mudah dan terlalu cepat mengambil keputusan untuk mendapatkan hikmat dari manusia : dari pikiran kita, dan dari kebijaksanaan orang-orang terdekat dengan kita yang kita anggap bisa dipercaya dalam memberikan kebijaksanaan/solusi untuk apa yang sedang kita pergumulkan. Tetapi ayat di atas Paulus mencoba mengingatkan kita bahwa penting sekali untuk setiap kita senantiasa belajar bergantung dengan cara berpikir Tuhan. Setiap kita harus selalu mengandalkan hikmat kita untuk diterangi oleh hikmat Tuhan yaitu di dalam kebenaran Firman Tuhan dan dengan menyempatkan diri berdoa meminta hikmat dari Tuhan (Yakobus 1 : 5). Meskipun kita hidup di tengah-tengah kehidupan yang sangat modern dimana banyak orang semakin canggih cara berpikirnya dan semakin banyak orang sedemikian dipengaruhi oleh kemajuan dunia. Tetapi bagi kita orang percaya Firman Tuhan harus menjadi sumber utama untuk memfilter segala hikmat dunia yang masuk ke dalam cara berpikir kita.
Sekarang ini ada banyak contoh orang-orang yang sedemikian berusaha mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan sedemikian serius menjalankan ajaran agama yang diyakininya tetapi tanpa hikmat Tuhan mereka menjadi penyesat-penyesat dan menyebarkan banyak pemahaman dan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Mereka menjadi saling menjatuhkan orang-orang yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan mereka, dan mereka akhirnya bukan menjadi orang-orang yang membawa orang lain kepada kebenaran tetapi justru membawa banyak orang melakukan kesalahan-kesalahan dan pelanggaran. Mereka tidak membawa kehidupan iman orang lain menjadi baik tetapi justru meninggalkan iman yang benar. Tidak menggantungkan hikmat dari manusia adalah tanggungjawab kehidupan iman kita karena kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga akan kelicikan dunia ini yang sangat mudah untuk selalu berusaha menawan kita agar tidak bergantung kepada kebenaran Firman Tuhan. Jadi kita harus berpegang kepada Firman Tuhan dan apapun hikmat yang kita dengar, kita lihat dan kita terima kita harus menaklukannya kepada Terang Firman Tuhan agar kita tidak tersesat (Ibrani 2:1).Selalu kita harus menjaga kebenaran dan kekudusan pikiran kita agar hikmat Tuhan saja yang menguasai hikmat kita.(Wn)

JANGAN BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA (3)

Rabu, 6 Juli 2016


Setiap waktu dalam kehidupan kita membutuhkan hikmat. Bagi kita selalu tersedia banyak tawaran hikmat yang dapat kita pilih. Saat kita tidak berhati-hati dan waspada terhadap setiap tawaran itu maka kita akan masuk dalam larangan Tuhan.
Firman Tuhan menasihatkan kepada kita untuk tidak bergantung pada hikmat manusia. mari merenungkan apa yang Firman Tuhan ajarkan kepada kita.

BERGANTUNG PADA KEKUATAN ALLAH 1Kor 2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Kekuatan Allah tidak mengecewakan, tetapi memberikan penghiburan dan kemampuan untuk mengatasi segala hal.

BERGANTUNG PADA HIKMAT ALLAH I Kor 2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Untuk mengerti hikmat Tuhan kita harus memenuhi setiap hati dan pikiran kita dengan Firman kebenaran, agar dengan cepat kita mengerti jawaban dari hikmat Allah.

BERGANTUNG PADA ROH KUDUS I Kor 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Roh Kudus yang ada didalam hati kita, selalu siap memberikan hal yang belum kita ketahui. Pengetahuan tentang Allahpun dapat dinyatakan bagi kita.

Arahkan setiap hati pikiran perasaan dan perbuatan kita hanya pada pada hikmat Allah, bukan hikmat manusia. Amin(LGS)

 

JANGAN BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA (2)

Selasa, 5 Juli 2016

Paulus didalam khotbahnya di dalam I Kor. 2:1-13 menjelaskan bahwa aku datang bukan dengan hikmat manusia, atau kata-kata yang indah kepadamu, namun aku berkata-kata dengan kebenaran Injil yang menyelamatkan itu yaitu Yesus Kristus yang telah mati dan disalibkan, kemudian bangkit dan naik ke sorga duduk disebelah kanan Allah Bapa dan Dia berjanji akan datang yang ke 2xnya bagi orang-orang percaya, untuk menjemput mempelaiNya yaitu saudara dan saya karena kasihNya dan anugerahNya yang limpah dan khusus bagi kita yang bertahan sampai akhir.

Itulah sebabnya Paulus menekankan tentang kehidupan orang-orang percaya dalam mempraktekkan imannya janganlah bergantung pada hikmat manusia, tetapi ada kekuatan Allah (kekuatan Roh Kudus). I Kor. 2:5. Yang telah disediakan bagi kemuliaan kita ( I Kor. 2:7). Di dalam I Kor. 2:4 Paulus mengulang kembali; Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,”.  Hanyalah Roh Kudus yang dapat  menyatakan hikmat Allah, sebab hanya Roh Kuduslah yang mengetahui rahasia dan maksud Allah (I Kor. 2:10-12). Apa rahasianya Paulus menerima Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah dengan benar?. Karena Paulus telah menjadi manusia rohani (I Kor. 2:14-16). Bukan manusia duniawi!.

Apa itu manusia rohani artinya manusia yang telah dewasa secara rohani. Yaitu orang yang tahan dalam ujian dan lulus, selalu bersyukur dalam menghadapi kesulitan apapun dan bagaimanapun bentuknya karena tahu Tuhan pasti memberikan jalan keluarnya. Seperti Yusuf walaupun saudara-saudaranya melakukan berbagai-bagai kejahatan kepadanya, difitnah sampai masuk penjara. Namun Alkitab berkata: “Yusuf membalasnya kejahatan dengan kebajikan”.
Kejadian 50:20; “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”. Amin. BS

 

JANGAN BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA (1)

Senin, 4 Juli 2016

Mengapa kita tidak boleh bergantung pada hikmat manusia? beberapa jawaban dalam Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa hikmat manusia hanya membawa manusia pada kesia-siaan, kejatuhan dan kerugian. Sebab hanya Tuhan yang mengerti hikmat yang aman bagi kita.

KARENA TUHAN SUMBER HIKMAT Ams 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Dalam beberapa saat terlihat hikmat manusia lebih baik, lebih enak dan lebih menjanjikan, akan tetapi ujungnya akan sampai pada hal-hal yang merugiakan kita.

KARENA HIKMAT MANUSIA BERASAL DARI DUNIA Yak 3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Hawa nafsu manusia seringkali mendominasi hikmat manusia. hal yang indah, baik dan menyenangkan lebih dipilih dari pada hikmat Tuhan. hal iniperlu disadari setiap waktu karena hanya dalam hikmat Tuhan kita mendapatkan hal yang membahagiakan senantiasa, tidak hanya sesaat seperti yang dunia berikan.

KARENA HIKMAT DUNIA ADALAH KEBODOHAN 1Kor 3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." Seringkali kebodohan yang sudah kita ketahui dengan sengaja kita pilih dan kita jalani. Saat terbentur dengan permasalahan, kita tidak punya kemampuan apa-apa untuk menyelesaikan selain tangan Tuhan dan hikmat Tuhan sendiri jalan keluarnya.


Sebab itu pastikan bukan kesia-siaan yang menjadi hikmat kita, tetapi hanya bergantung pada hikmat Tuhan. Amin. (LGS)