PERKATAAN YANG TEPAT (5)



“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggang perak“ ( Amsal 25 : 11 )


Berit kita minggu ini berbicara tentang perkataan yang tepat. Ada beberapa point yang akan kita boleh renungkan berkenaan dengan tema perkataan yang tepat. 

1. Perkataan yang tepat itu berarti sesuai yang dibutuhkan sipendengar (Amsal 25:11a). Point pertama ini berbicara tentang penempatan atau ketepatan (kairos) dalam berkomunikasi, maka diperlukan hikmat Tuhan tentunya untuk bisa melihat dengan siapa kita berbicara, kondisi apa yang sedang ia rasakan dan kira-kita solusi apa yang ia butuhkan. Contoh: Ketika saudara kita jatuh dalam dosa pelanggaran yang kita lakuakan bukan untuk menghakimi atau membuat tembok pembatas,  tetapi yang perlu kita lakukan memberi solusi dengan cara menguatkan atau menghibur hatinya. 

2. Perkataan yang tepat berarti perkataan yang sedap didengar (Amsal 25:11b). Kecenderungan kita manusia lebih mudah mengucapkan kata-kata yang negatif sehingga seberapa sering kita melihat bahkan tanpa kita sadari orang bisa menjadi sakit hati terhadap kita akibat perkataan yang kita keluarkan dari mulut kita. Tetapi yang dimaksud dengan point kedua ini adalah:
Apel emas :digambarkan dalam Pemazmur ini sebagai perkataan yang indah bisa kosumsi, dicerna, dirasakan bahkan bisa mengenyangkan (memberi solusi).
Pinggan perak : digambarkan sebagai sebuah wadah (tempat) kemuliaan artinya bahwa perkataan kita mencerminkan kebenaran Firman Tuhan yang memberi kekuatan, menyegarkan jiwa, menyukakan hati, terlebih nama Tuhan yang dipermuliakan.

3. Perkataan yang tepat berarti menghindari pertikaian (Amsal 25:12). Orang yang menyukakan hati banyak orang adalah orang yang bijak dalam mempergunakan perkataan-perkataan yang di lontarkan setiap hari sehingga terhindar dari pertikaian (pertengkaran). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa: teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk yang mendengar artinya bahwa kata-kata yang kita dikeluarkan adalah kata-kata yang penting  dan berharga sama seperti perhiasan yang mahal dalam arti membangun banyak orang.....(Be)

PERKATAAN YANG TEPAT (4)



“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggang perak“ ( Amsal 25 : 11 )


Perkataan menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita, perkataan yang baik dan benar akan membawa dampak yang baik dan berguna, sebaliknya perkataan yang tidak tepat akan sangat merugikan diri kita sendiri. Dari waktu ke waktu kita harus memperlengkapi diri kita dengan kebenaran Firman Tuhan agar dapat menjadi berkat dalam perkataan. Berikut ini referensi ayat Firman Tuhan memperlengkapi setiap perkataan kita

PERKATAAN TEPAT,SANGAT BERHARGA Ams 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Perkataan menjadi sangat berharga dan berguna bagi orang yang mendengarnya, memberkati hati mereka dan yang mengucapkannya. Perkataan yang tidak terburu-buru, tidak dengan emosi, dan tidak berasal dari kebencian tetapi dengan kasih dan kebenaran yang dari Tuhan itulah yang seharusnya nyata melalui perkataan kita.

PERKATAAN TEPAT, MEMBERI SEMANGAT BARU Yes 50:4 ¶  Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Orang yang sedang ada dalam permasalahan, kesedihan dan himpitan akan sangat membutuhkan perkataan yang dapat mendorong semangat. Sedangkan setiap orang memiliki masalah. Sebab itu setiap kita baik untuk melatih diri dengan perkataan yang tepat. Sehingga kita dapat melayani orang lain dengan setiap perkataan. 

PERKATAAN TEPAT, MEMBERI SUKACITA Ams 15:23 ¶  Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! Saat kita akan berkata-kata, lebih baik dan bijaksana bila kita sungguh mempersiapkan setiap perkataan yang akan keluar dari mulut kita, , waspada senantiasa, sebagaimana Firman Tuhan Yak 1:19  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.

Tuhan akan memakai setiap kita oleh pertolongan Roh Kudus untuk mampu mengucapkan kebenaran Firman Tuhan melalui perkataan kita. Amin (LGS)

PERKATAAN YANG TEPAT (3)



“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggang perak“ ( Amsal 25 : 11 )

Perkataan yang tepat artinya, tepat waktunya, tepat ucapanna, tepat sikapnya, tepat caranya, hal ini memang tidak mudah, membutuhkan hikmat Allah dan hati yang dibangun melalui hubungan yang intens dengan Tuhan.

1. Hikmat Allah
Apakah hikmat Allah itu?. Adalah sesuatu yang memungkinkan kita mempersatukan hal-hal itu dan menghubungkannya dengan kebenaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber hikmat kita orang percaya, pertama-tama (I Korintus 1:24,30). Yesuslah sumber hikmat kita. Dalam Yesus Kristus, tersembunyi segala harta, hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3). Yang ke dua Firman Allah juga adalah hikmat kita (Ulangan 4:5-6). Alkitab itu dapat memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan ( 2 Timotius 3:15-17). Yang ketiga (Efesus 1:15-17). Roh Kudus ialah Roh Hikmat dan Wahyu. Melalui doa maka orang percaya akan menerima banyak hikmat, penyertaan dan pengetahuan mengenai maksud penebusann Allah bagi keselamatan saat ini dan masa yang akan datang (Efesus 1:17-18), dan mengalami kuasa Roh Kudus didalam hidup secara lebih berlimpah lagi (Efesus 1:19-20). Seperti apa yang dikatakan Amsal 18:4. “Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.”  Artinya menjadi sumber hidup dan menjadi berkat bagi banyak orang. 

2. Hati yang dibangun melalui hubungan yang intens dengan Tuhan.
Mazmur 141:3-4a. “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, “. Daud faham bahwa hati adalah kunci untuk pembicaraan yang benar. Matius 12:34b. ” Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Oleh sebab itu hati kita perlu dijaga melalui persekutuan yang intens dengan Tuhan. Ini bukan sebuah pilihan tetapi keharusan. Sebab komunikasi yang efektif dengan Tuhan akan menghasilkan pengenalan yang efektif pula. Persekutuan Daniel yang intens dengan Allahnya menjadikan Daniel orang yang 10 kali lebih berhikmat. (Daniel 6:11). Persekutuan Paulus yang intens dengan Tuhan Yesus menghasilkan kemenangan dalam pelayanan yang sangat berat dan tetap setia sampai garis akhir. (II Tim 4:7).
Seberapa besar kita orang percaya menjalin hubungan dengan Tuhan, seberapa besar juga Tuhan berkenan hadir dan berkarya dalam hidup kita . Amin. BS

PERKATAAN YANG TEPAT (2)



( Amsal 25 : 11 )


Perkataan yang tepat adalah perkataan yang berdasarkan Kebenaran Allah, perkataan yang sesuai dengan Kehendak Firman-Nya. Tema tersebut menjadikan kita mengerti serta menyadari bahwa betapa sangat pentingnya setiap tutur kata kita, ungkapan mulut kita dan ini menguji kesadaran kita didalam bertutur kata. Sudahkah kita memperkatakan  perkataan-perkataan yang dapat memberkati orang lain atau justru sebaliknya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dibawah ini saya menulis beberapa pokok penting berkenaan dengan Apa itu Perkataan yang tepat?

1. Perkataan yang Membangun bukan Menjatuhkan
( Efesus 4:29)
Sebagai orang percaya kita dituntut untuk menjadi berkat, bukan menjadi batu sandungan. Sering disesali ada kalanya kita memperkatakan-perkataan yang tidak sesuai dengan etika kekristenan. Namun biarlah melalui perkataan, kita dapat memotivasi orang lain, melalui tutur kata kita dapat memberkati orang lain.

2. Perkataan yang Berorientasi pada Kebenaran Kristus (Roma 15:18)
Perkatakanlah perkataan yang menyatakan kebenaran, jangan membela diri dengan ungkapan-ungkapan dusta yang seakan benar. Rasul Paulus menjelaskan bahwa Perkataannya yang ia jadikan karya tulis bukanlah sesuatu yang dimanipulasi atau dikarang namun berdasarkan pada Karya Kristus.

Dalam konteks pembacaan kita saat ini jelas Salomo mengatakan “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas dipinggan perak”
Disini Salomo memakai kata emas yang memberi gambaran betapa bernilainya berkataan yang baik,benar dan tepat itu. Amin. (angel)

PERKATAAN YANG TEPAT (1)


Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Amsal 25:11

Berit mingu ini membahas tema berkenaan denan “Perkataan Yang Tepat”. Ada pepatah yang berbunyi “Ajining diri soko lathi...”. Melalui perkataan yang ada, hidup saudara dan saya akan dihargai oleh orang lain!. 

Rasul Paulus menegaskan bahwa omongan pengajar-pengajar sesat itu seperti halnya penyakit kanker yang menjalar serta mematikan (II Tim.2:16-17). Perkataan yang kurang tepat, bahkan perkataan yang tidak tepat dapat mengakibatkan  persoalan bagi banyak orang, sebaliknya perkataan yang tepat dan diungkapkan pada waktu yang tepat akan berdampak luar biasa bagi orang lain. 
Suatu hari ada seseorag yang datang kepada saya dan bertanya, “Menurut bapak apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi pergumulan masalah saya ini?, saya berdiam sejenak....saya pegang pundak orang itu...saya tatap matanya...dan saya berkata, Tuhan itu baik, FirmanNya, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5b). Orang itu kaget matanya mulai berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Dia berkata, “Benar pak...terima kasih saya boleh diingatkan melalui pekataan firman Tuhan ini”. Lalu dia pamitan dan meninggalkan saya.

Melalui tema diatas ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajati dan renungkan.
1. Perkataan yang benar!. 
Perkataan yang benar disini merupakan perkataan-perkataan dari Allah yang bersumber dari FirmanNya!. Yesus sendiri berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap perkataan Firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4).  

2. Perkataan yang baik!. (Efesus 4:29)
Bukan perkataan kotor, tetapi perkataan-perkataan yang membangun serta menguatkan. Supaya mereka yang mendengar beroleh kasih karunia perkataan-perkataan yang sedap untuk didengar.

3. Perkataan hikmat (Titus 1:9)
Perkataan-perkataan yang sesuai dengan ajaran yang sehat, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar akan pengenalan kepada Tuhan. Amin. NDP