JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (5)


“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu “ Ibrani 10 : 26

Ungkapan “sengaja” berbuat dosa berbeda pengertiannya dengan ungkapan walaupun dosamu merah seperti kirmizi… dosa yang dilakukan setelah menerima kebenaran dan dosa yang dilakukan sebelum menerima dan mengerti kebenaran. Sangat berbeda. Bukan Tuhan tidak mau mengampuni, tetapi jelas mereka tidak mau diampuni sebab ‘sengaja” berbuat dosa. Tetap ada konsekuensi dosa yang akan diterimanya.

MENGAKIBATKAN PENYAKIT Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Apakah seseorang sudah mengenal kebenaran? Apakh dia sengaja berbuat dosa? Itu yang jelas akan mempengaruhi konsekuensi dosa. Jika ia masih disembuhkan berarti jenis dosa yang masih bisa Tuhan ampuni.

MENGAKIBATKAN DIDIKAN TUHAN I KORINTUS 11:32  Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia. hanya bagi mereka yang terpilih dalam kasih karunia dan anugerah Allah. bersyukur apabila masih menerima didikan, sebab. Bagi mereka yang tidak dididik akan mengalami hukuman bersama-sama dengan dunia.

Waspada dengan tawaran dunia ini semasa kita sehat dan kuat, iblis mudah menjatuhkan kita untuk sengaja berbuat dosa. Amin (LGS)

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (4)



“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu “
Ibrani 10 : 26


Selama orang merasa kuat dan mampu, orang akan menganggap tidak butuh Tuhan. Mereka belum pernah merasakan ada dititik dimana semua orang butuh Tuhan. Dengan sengaja dapat melakukan praktek dosa. Bahkan bangga dengan apa yang mereka lakukan. Inilah julukan yang dinyatakan Firman Tuhan. dalam PL dan PB. 

PENISTA TUHAN Bil 15:30  Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya, mungkin orang yang melakukannya tidak menyadari bahwa ia seorang penista Tuhan. tetapi ada kemungkinan juga mereka bangga dengan julukan penista Tuhan. untuk hal demikian kita percaya Tuhan punya cara  untuk memberikan ganjaran terhadap mereka yang sengaja berbuat dosa. Dalam PL bagiannya adalah dilenyapkan. Pada masa PB Tuhan punya otoritas yang akan dinyatakan. Bagi mereka yang terpilih mereka masih diberi kesempatan untuk bertobat. Tidak bagi yang tidak terpilih. 

MURTAD Ibr 6:6  namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Murtad berarti pernah mengakui sebagai pengikut Kristus, tetapi dengan sengaja melawan setiap kehendakNya dengan praktek dosa yang di rencanakan dan dilakukannya. Jelas bertentangan dengan persyaratan keselamatan yang kekal. Sehingga bagiannya tidak didalam kerajaan Tuhan.  Amin (LGS)

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (3)


 Ibrani 10 : 26

Tema berit minggu “JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA” ini sangat menginpirasi kehidupan orang orang percaya kalau kita lihat arti tema ini dapat kita pelajari dan pahami sebagai berikut :
1. Tindakan sengaja. Tindakan ini dapat di pahami adalah sebuah tindakan yang di lakukan dengan sadar artinya tindakan yang dilakukan dengan tidak ada tekanan, pengaruh dari pihak manapun.
2. Berbuat Dosa. Berbuat dosa adalah perbuatan yang menyimpang dari firman Tuhan.
Pengampunan dosa merupakan anugerah Tuhan karena memang Tuhan Yesus sudah mengerjakan apa yang menjadi kehendak  Bapa di sorga untuk menyelamatkan manusia ciptaanNya dari kebinasaan kekal, oleh karena itu kita harus mengetahui bahwa, tidak ada lagi penyalipan Kristus untuk kedua kalinya. 

Bagaimana Kita Harus Hidup ?
1. Matikan dari segala duniawi
Jangan pernah lagi kita mencoba untuk berbuat dosa dengan melakukan hal-hal seperti apa yang firman Tuhan telah katakan, karena kalau kita masih mau melakukannya, itu berarti sama dengan kita mempermainkan Tuhan, dan firman Tuhan katakan bahwa perbuatan-perbuatan itulah yang mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
2. Takut akan Tuhan  
Amsal 1 : 7 “ Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan ....”
Karena Tuhan Maha tahu apa yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan dalam hidup kita sekecil apapun apa yang terjadi dalam hidup kita atas sepengetahuan Tuhan jadi jaga hidup kita untuk memiliki rasa taku akan Tuhan.
3. Hidup benar dihadapan Tuhan.
Kita harus menjaga seluruh roh, jiwa dan tubuh kita tanpa cacat cela setiap waktu dengan menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan  (baca  1 Tesalonika 5:22). Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, kehidupan kita harus benar-benar berubah.  Perubahan itu harus tampak jelas.  Kita harus mengubah diri dari tingkah laku kita yang lama dan hal-hal yang biasa kita lakukan, termasuk juga dalam hal berpikir.  

Saudaraku kembalilah kepada Tuhan saat ini juga, bertobatlah, mintalah pengampunan kepada Bapa di sorga didalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan mulailah arahkan hidupmu saat ini untuk benar-benar hidup  matikan duniawi, takut akan Tuhan dan Hidup benar di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. (PS)

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (2)


“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu “
Ibrani 10 : 26

Pada zaman Perjanjian Lama  jelas dicatat dalam Alkitab bahwa setiap orang Yahudi yang berdosa datang kepada imam yang berada dibait Allah dengan membawa korban persembahan berupa hewan yang tidak bercacat cela  dengan jumlah yang sudah ditentukan untuk penghapuskan dosa dihadapan Allah kalau tidak demikian mereka disebut penista Tuhan dan harus dilenyapkan (Bilangan 15:30). Maka pertanyaannya bagaimana dengan kita yang hidup dalam Perjanjian Baru? ada beberapa point yang dapat kita renungkan minggu ini . 

a. Hindari kata kompromi untuk sengaja berbuat dosa (Roma 12:2): yang membuat kita untuk sengaja berbuat dosa ketika ada kata kompromi dalam hati kita. Kompromi memiliki arti setuju, bersedia, mau, sepakat, dengan kesadaran total untuk berbuat dosa. Perlu kita ingat  bahwa kata kompromi sangat berbahaya  dan perlu kita jauhkan dalam hidup kita terkhusus untuk berbuat dosa. 

b. Hindari konsep kasih karunia yang salah (Galatia 5:13). Kesalahan kita sebagai orang yang sudah ditebus oleh Yesus salah mempergunakan kemerdekaan  untuk sengaja berbuat dosa. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa jelas kemerdekaan kita terima dari kasih karunia, tetapi disambung dengan kata selanjutnya bahwa kita jangan mempergunakan kemerdekaan itu untuk berbuat dosa.  Kasih karunia memang jalan terus tetapi ingat dosa juga memiliki konsekuensinya.

Cara apa yang bisa kita lakukan untuk tidak sengaja berbuat dosa?
1. Menghidupi kebenaran Firman Tuhan dengan hati yang tidak bebal. 
2. Ingat bahwa Yesus hanya mati sekali saja tidak dua kali atau berkali-kali. 
3. Setelah kita menghidupi kebenaran Firman Tuhan, paham bahwa Yesus hanya mati sekali saja untuk menebus dosa kita dan ketahuilah bahwa tidak ada lagi korban untuk menebus dosa kita yang ada hanya kematian dan penghakiman yang dahsyat. (Ibr 10:27) amin. Be..

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (1)



“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. “
Ibrani 10 : 26-27

Minggu ini Berit membahas tema bekenaan dengan “Jika sengaja Berbuat Dosa”. Surat ini ditulis untuk orang-orang Yahudi yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Penulis surat Ibrani mencoba untuk membandingkan dalam konteks Perjanjian Lama dengan konteks Perjanjian Baru. Di dalam Pasal 10 ini penulis melukiskan bahwa Yesus sebaga Imam Besar menjadi yang terutama dari segala sesuatu yang ada.

Ungkapan yang sulit berkenaan dengan “Sengaja Berbuat Dosa...maka tidak ada lagi korban untuk penghapus dosa itu”. Dalam Nats diatas memberikan pengertian serta pelajaran penting bagi kita.
1. Bukan dosa yang sembarangan!
Dosa yang dimaksud dalam nats tersebut bukan dosa yang biasa: mencuri, bohong, membunuh, berzinah, dsb. Tetapi dosa tuk meninggalkan Yesus dan kembali kepada keyakinan yang lama (Yudaisme). Dosa kemurtadan atau menolak keTUhanan Yesus!.

2. Bukan orang yang sembarangan !
Konteks Ibani 10:26-27 itu menunjuk kepada orang percaya yang telah menerima Yesus. Mereka sebagai rang-orang yang telah diterangai hatinya dengan terang Tuhan. Bukan orang-orang yang tidak mengenal Yesus dan kebenarannya!.

3. Bukan korban yang sembarangan !.
Pengorbanan Kristus dengan tubuhNya yang terpecah dan darahNya yang tercurah diatas kayu salib merupakan pengorbanan yang besar, agung, dan sempurna. Tidak ada yang dapat menandingi dan menyamai pengorbanNya itu. Bahkan tidak ada yang dapat menggantikannya. Pengorbanan Yesus bagi orang yang percaya itu sebagai puncak dari pengorbanan-pengorbanan Perjajian Lama. Tidak ada satu pengorbanan Perjanjian Lama yang dapat mengantikan pengorbanan Kristus.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, marilah kita bersama hidup bertumbuh dalam iman kepada Yesus dengan memelihara keyakinan dalam Yesus hingga sampai pada akhir hidup kita. Amin. NDP