TUHAN SEMAKIN BESAR, AKU SEMAKIN KECIL (3)



“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3 : 30)


Kita harus selalu berhati-hati dalam berpikir, berbicara dan bertingkah laku, sebab seringkali orientasi hidup kita hanya untuk diri kita sendiri. Kita cenderung bangga dengan keberadaan kita. agar semakin di hormati dan dipuji oleh orang. Marilah kita mempelajari Firman ini, bahwa Tuhan harus semakin besar dan aku, kita, manusia makin kecil.

Kenyataan hidup yang terjadi seringkali kita tidak dapat menerimanya, dan kita kecewa terhadap Tuhan. kita mengatakan tidak kuat dengan kenyataan hidup ini, bahkan sampai kecewa terhadap Tuhan. Semua ini dapat menyebabkan Tuhan semakin kecil dan kita semakin besar. Seolah-olah kita berkata Tuhan tidak bisa mengatur hidup kita dan saya bisa. Sebab itu kita harus waspada dalam menghadapi setiap kenyataan hidup kita.

Melakukan kehendak dan rencana Tuhan dapat membuat kita semakin membesarkan nama Tuhan. kebaikan dan kasih yang kita miliki membuat orang lain diberkati karena kita hidup atas pimpinan dan tuntunan Tuhan dan Roh Nya yang kudus. Sebaliknya apabila ada kejahatan dan hal-hal yang diluar kehendak Tuhan yang kita lakukan maka kita membuat nama Tuhan semakin kecil, melalui hidup kita.

Biarlah kita semakin mengerti siapa Tuhan kita dan siapa kita. jika Tuhan semakin besar maka akan semakin banyak orang datang menerima panggilan Tuhan. sebaliknya hidup kita kecil karena kita mau hanya Tuhan yang semakin besar. Amin (LGS)

TUHAN SEMAKIN BESAR, AKU SEMAKIN KECIL (2)



“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3 : 30)


Memang setiap orang senang dipuji. Tetapi kita harus ingat bahwa segala pujian hanya bagi Tuhan. sebab jika kita mampu, jika kita punya semua itu berasal dari Tuhan. nama Tuhan harus semakin dibesarkan, dimuliakan, bukan nama kita.


SEMAKIN DIKENAL Mzm 72:17  Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Ada banyak hal yang bisa membuat nama Tuhan semakin dikenal. Karya penebusan dosa bagi kita itu hal yang terbesar dan termulia bagi setiap manusia yang menerima penebusannya. Sebab kekekalan dalam kerajaan sorga sudah menjadi kepastian untuk bisa dimiliki. Mari terus berdoa dan berserah untuk menjadi saksi Tuhan sehingga namaNya semakin dikenal.


SEMAKIN MULIA Ibr 3:3  Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. Dia Allah yang mulia, Dia Allah yang kudus, sedangkan manusia penuh dosa. Selayaknya segala kemuliaan hanya untuk Tuhan dan sekali-kalibukan untuk kita. sekalipun orang bangga dengan kehidupan kita. tetapi semua berasal dari Tuhan. kemuliaan hanya bagi Tuhan.


SEMAKIN MASYUR  Kis 19:17  Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. Keajaiban Tuhan dengan setiap karyaNya didalam hidup manusia membuat NamaNya semakin masyur. Melalui pertolongan Tuhan, Mujizat yang Tuhan lakukan, dan segala kekayaanNya.


Pujian Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Biarlah kita tidak sekali-kali mengambil hak pujian hormat dan kemuliaan Tuhan, tetapi biarlah melalui hidup kita Tuhan semakin besar dan kita semakin kecil. Amin (LGS)

YESUS MAKIN BESAR, AKU MAKIN KECIL (1)




“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
 (Yohanes 3 : 30-31)

Minggu ini Berit membahas tema bekenaan dengan “YESUS MAKIN BESAR DAN  AKU MAKIN KECIL”. Ada satu pujian yang sering kita nyanyikan “... Dia harus makin bertambah...kuharus makin berkurang... nama Yesus saja disembah... ku ditempat paling belakang... Bila Yesus ditinggikan dan salibnya dibritakan... pastilah menarik semua orang datang kepadaNya sekarang...”

Mengapa Yesus harus semakin besar dan Yohanes Pembaptis harus semakin kecil?
1. Yesus Anak Tungal Bapa !. (Yoh. 3:31)
Yesus yang datang sesudah Yohanes merupakan Anak Tunggal Bapa yang diutusNya. Dia berasal dari atas, bukan dari bumi!. Yesus datang dari sorga yang mulia, bukan dari bumi yang berdosa. Yesus berbahasa sorga dan bukan berbahasa bumi. Sebab Dia datang dari sorga untuk turun dibumi ini.
2. Yesus Utusan Bapa! (Yoh. 3:34) 
Yesus diutus Bapa untuk datang ke dalam dunia. Dia diutus untuk menyampaikan firmanNya!. Itulah sebabnya, Bapa mengaruniakan RohNya dengan tidak terbatas pada Yesus.
3. Yesus dikasihi Bapa! (Yoh.3:35)
Bapa sangat mengasihi Yess. Kala Yesus diutusNya tuk datang ke dalam dunia, maka Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya ...bahkan segala kuasa Bapa berikan kepada Yesus (Matius 28:18).

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, biarlah Yesus semakin bertambah besar... sedangkan,Yohanes dan kita semua menjadi semakin kecil. Namun, biarlah Tuhan saja yang ditingikan diatas bumi ini. Amin. NDP

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (7)


“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. “
Ibrani 10 : 26-27


Suatu hari ada orang yang bertanya kepada saya... apakah dalam iman Kristen itu dosa ada tingkatannya? Ada dosa kecil, ada dosa yang besar... ada dosa yang diampuni dan ada dosa yang tidak diampuni ... ada dosa yang disengaja dan ada dosa yang tidak disengaja. Alasan orang ini bertanya karena membaca nats diatas.
Kala kita membaca sepintas nats diatas memang seolah – olah ada dosa tertentu yang tidak bisa diampuni. Timbul pertanyaan dimanakah kasih Allah yang besar dan tidak terbatas itu?. Hal tersebut sepertinya bertentangan. 

Untuk itu, marilah sejenak kita selidiki, pelajari serta camkan tulisan penulis Ibrani diatas dari sisi konteks pasal, perikop, tujuan surat serta penerima surat. Penerima surat adalah latar belakang orang – orang Yahudi yang berlatar belakang Yudaisme. Mereka lekat dengan kehidupan budaya dan hukum taurat yang kuat. Namun ketika mereka mengenal Yesus dan menerima sebagai Tuhan dan juruselamatnya.. mereka ditebus dengan pengorbanan Yesus. Yaitu penebusan sempurna dengan harga yang sempurna (tidak ternilai).

Tidak ada pengorbanan lain yang dapat menggantikan nilai pengorbanan Yesus. Maka pengorbanan Yesus adalah yang terakhir sebagai puncak dari pengorbanan – pengorbanan yang dilaksanakan dalam Perjanjian Lama. 
Penulis dalam nats diatas ingin menegaskan : 
1. Didalam Yesus ada penebusan dosa!
Pengampunan dosa hanya berlaku bagi mereka yang mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.
2. Di luar Yesus tidak ada pengampunan dosa.
Mereka yang tidak percaya Yesus akan beroleh kematian yang mengerikan berkenaan dengan pehukuman api neraka! (Ibrani 10 : 27)
Maka jika ada orang yang sudah memperoleh pengetahuan akan kebenaran Allah, namun sengaja berbuat dosa dengan mengingkari imannya pada Yesus (murtad)... maka orang tersebut tetap beroleh penghukuman. Sebab dengan apakah orang itu bisa diampuni jika bereka berada diluar iman kepada Yesus.

Saudara yang terkasih, bersyukur dan berbahagia kita yang memiliki iman dalam Yesus serta tetap percaya untuk memelihara iman sampai selama – lamanya. Amin. NDP

JIKA SENGAJA BERBUAT DOSA (6)


“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu “ Ibrani 10 : 26

Sengaja berbuat dosa, berarti berbuat dosa dengan sadar atau dengan kehendak hatinya. Dan dosa yang diperbuatnya sesudah memperoleh pengetahuan-pengetahuan tentang kebenaran yaitu memperoleh pengenalan secara pribadi akan Kristus yaitu yang dinyatakan kepadanya oleh Roh Kudus. Itu bukan pengenalan yang dangkal perihal kebenaran, melainkan sesuatu pengertian yang hidup yang diterima oleh iman dan yang dipersatukan dengan hatinya. Maka orang ini disamakan dengan orang yang telah murtad dari Kristus. Sebab tidak taat pada kehendak Bapa, menolak korban Kristus diatas kayu salib dan menghina Roh Kudus, yang diam didalam hidupnya. 
Langkah - langkah yang menuju kepada kemurtadan sebagai berikut :
1. Hatinya keras. Mendengarkan Firman tapi tidak percaya. Tidak mau hidup dalam kebenaran. 
2. Mulai malas - malasan datang beribadah, acuh tak acuh dengan kebutuhan hidup secara rohani, lebih suka dengan hidup yang sia - sia daripada yang berguna. 
3. Kemudian kedegilan menguasai hidupnya, tidak lagi peka terhadap teguran Roh Kudus. Hidupnya semakin jauh dari kasih Allah dan mulai menolak jalan Allah. 
4. Roh Kudus didukakan, api-Nya dipadamkan, bait-Nya dirusak, lalu memutuskan hubungan dengan Tuhan (murtad).
Namun perlu kita sadari bahwa sekalipun kemurtadan itu merupakan bahaya bagi semua orang percaya yang mulai hanyut dari iman, dan undur dari Allah, itu disebabkan karena orang yang bersangkutan dengan sengaja dan terus menerus berbuat dosa terhadap suara Roh Kudus.
Namun bagi mereka yang bersungguh - sungguh mempunyai perhatian terhadap keadaan rohani dan hati mereka berbalik kepada Allah dalam pertobatan memiliki bukti yang pasti bahwa mereka tidak melakukan kemurtadan yang tidak bisa diampuni. Alkitab dengan jelas menandaskan bahwa Allah tidak ingin seorangpun binasa dan menyatakan bahwa Allah akan menerima kembali semua orang yang pernah mengalami kasih karunia yang menyelamatkan jikalau mereka bertobat dan kembali kepada-Nya. Perhatikan contoh Petrus (Yohanes 21 : 15 - 19). Amin. (BS)