" Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
( Kolose 3:13 )
Tema berit kita minggu ini membahas tentang ampunilah seorang akan yang lain. Apa yang dimasud dengan ampunilah seorang akan yang lain? Apa sebenarnya Rasul Paulus ingin sampaikan kepada jemaat yang ada di kota Kolose khususnya berkenaan tema berit kita minggu ini, maka ada beberapa poin yang saya tuliskan untuk boleh kita renungkan bersama dalam satu minggu ini.
a. Sabar menghadapi seorang akan yang lain: Saudara yang terkasih didalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, Di zaman sekarang ini tidak mudah menemukan orang yang sabar. Banyak orang cenderung cepat-cepat dan sembarangan dalam mengerjakan segala sesuatu. Atau ketika dalam masalah dan pergumulan, kita sering mendengar nasihat yang mengatakan,Yang sabar ya. Sebenarnya, apa itu kesabaran? Yang di maksudkan dalam ayat ini? Ketika orang lain marah, menyakiti atau berbuat jahat kepada kita, tanpa pikir panjang kita ingin segera memukul atau membalasnya. Apa bedanya kita dengan orang dunia jika demikian? Sebagai orang Kristen kita dituntut untuk memiliki kesabaran dan saling bersabar satu sama lainnya, sebab kesabaran adalah bagian dari kasih, dan kekristenan itu identik dengan kasih: "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (1Korintus 13:4).
b. Mengampuni sama seperti Tuhan Mengampuni kita: Selain kita sabar terhadap satu dengan yang lain yang perlu kita lakukan selanjutnya mengampuni sama seperti Tuhan yang sudah mengampuni dosa kita, maka kita juga harus memberikan ampun/maaf kepada yang berbuat tidak baik pada kita. Cara mengampuni tidak ada cara lain selain perkenankanlah kasih (Kolose 3:14). Marilah kita belajar untuk mengampuni,supaya hati kita damai sejahtera dan gembira....(Be).
" Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. ( Kolose 3:13 )
Mengampuni bukanlah perkara yang mudah. Ketika kita disakiti, difitnah, dikecewakan terkadang kita berat melepaskan pengampunan. Bahkan ada orang yang berkata “sampai matipun aku tidak mau mengampuninya”. Namun Paulus menjelaskan bahwa sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan harus mengampuni seorang terhadap yang lain sebagaimana dengan Yesus telah memberi teladan pengampunan kepada kita. Alkitab banyak berbicara tentang mengampuni. Mengapa setiap orang percaya harus mengampuni?
1. Mengampuni didalam doa Bapa Kami adalah syarat untuk diampuni Tuhan kesalahan kita
Satu kalimat yang termuat dalam doa Bapa Kami ini bukanlah sebuah kalimat yang biasa, melainkan punya makna penting untuk kita realisasikan dalam kehidupan kita. Berkenaan dengan Pengampunan maka ini jelas adalah bagian yang sangat penting bagi orang percaya.
2. Mengampuni adalah bukti bahwa kita telah lahir baru. Jika kita berkata mengasihi Tuhan namun masih sulit mengampuni, maka iman kita perlu dipertanyakan.
Jika kita hidup sebagai orang percaya, memiliki Iman didalam Yesus dan menjadikan Yesus sebagai cerminan kita dalam setiap perbuatan kita, maka salah satu bagian penting dalam teladanNya adalah Pengampunan. Dosa kejahatan kita, dan semua perbuatan jahat yang kita lalukan berada didalam kutuk dosa, namun karena BesarNya Kasih di dalam PengampunanNya memberi kita ruang dalam kehidupan baru dan menerapkan konsep pengampunan itu.
3. Mengampuni Menciptakan Kedamaian dan kerukunan
Berkat didalam pengampunan itu sangat luar biasa, karena menciptakan rasa damai, menciptakan kerukunan bahkan hubungan dengan Tuhan pun semakin akrab. Belajar dari seorang Esau yang mau mengampuni Yakub saudaranya sehingga disana tercipta satu kedamaian, kebahagiaan yang luar biasa.
4. Mengampuni bermanfaat Mengurangi Stres
Menurut ilmu kesehatan, salah satu manfaat dari mengampuni adalah mengurangi tingkatan stress,jarang merasa lelah, dan jauh dari depresi (sumber google.com).
Biarlah melalui bagian bagian diatas kita boleh memahami bahwa betapa sangat pentingnya pengampunan itu. / Angel
" Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. ( Kolose 3:13 )
Mengampuni bukan kompromi dengan kesalahan, mengampuni juga bukan menganggap sesuatu tidak terjadi. Tetapi mengampuni adalah melupakan dan tidak mengingat lagi apa yang menyakitkan bagi kita. Tuhan memberi perintah didalam Firman Nya untuk mengampuni setiap orang yang bersalah tanpa terkecuali. Dan tanpa batas. Biarlah kita mampu melatih diri terus-menerus mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita.
MENGAMPUNI AKAN DIAMPUNI Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Ini merupakan persyaratan doa memohon kepada Tuhan. Kuasa Doa dinyatakan pada saat kita mampu mengampuni seorag akan yang lain. Kalau kita mampu mengampuni, janji Tuhan kita juga akan diampuni, dan dilayakkan oleh Tuhan menerima segala berkat yang Tuhan sediakan.
MENGAMPUNI SEBAGAIMANA ALLAH TELAH MENGAMPUNI Ef 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Tuhan memberikan contoh, teladan. Seharusnya kitalah yang menanggung semua dosa, tetapi Tuhan mengampuni dan Tuhan menggantikan kita yang seharusnya dihukum. Sedemikian besar teladan yang Tuhan berikan bagi kita, biarlah kita mampu meneladani Kristus dengan memberi pengampunan bagi orang lain.
MENGAMPUNI TIDAK TERBATAS Matius 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Cepat mengampuni merupakan salah satu cara mengampuni sebab kita sadar bahwa setiap orang punya kelemahan, maka kita sadari kelemahan orang dan ampunilah mereka agar kita tidak berdosa kepada Tuhan. Amin(LGS)
" Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. ( Kolose 3:13 )
Satu Pembelajaran yang disampaikan oleh Rasul Paulus bagi Orang Percaya yang kudus di Kolose, berkenaan dengan Konsep Pengampunan sebagai Salah satu sifat dari Kekkristenan. Karena itu berkenaan dengan Tema kita diminggu ini kita akan belajar beberapa hal yaitu: Bagaimana kita mengampuni Orang lain?
1. Meneladani Pengampunan Tuhan Yesus (Lukas 23:34)
Mengampuni merupakan sesuatu hal yang tersulit untuk kita lakukan, dengan alas an-alasan yang mungkin menurut ukuran kita sudah tidak bisa lagi diampuni, kelakuannya sudah melampaui batas kesabaran kita sehingga muncul perkataan “Saya tidak bisa mengampuninya”. Tuhan Yesus dengan kondisi yang sangat tidak memungkinkan, Ia harus menerima hinaan, diludahi, dicambuk, disiksa sedemikian rupa bahkan ditelanjangi didepan banyak orang, apa yang Yesus buat, Ia tidak menghukum, Ia tidak menghujat tapi dengan KasihNya yang besar satu kalimat yang Ia ucapkan “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat….”. Konsep inilah yang menjadi dasar bagi kita bahwa perlunya sebuah pengampunan.
2. Mengampuni dengan Tidak Mengenal Waktu (Matius 18 : 21-22)
Satu syair lagu mengungkapkan “ Satu kali kau sakiti hati ini masih kumaafkan, dua kali kau sakiti hati ini juga kumaafkan, tapi jangan kau coba tiga kali, karena sudah tidak ada maaf bagimu” artinya bahwa manusia punya batasan kesabaran didalam menerima kesalahan orang lain. Firman Tuhan didalam Matius 18 21-22 berbicara tentang Konsep dari sebuah pengampunan dilukiskan melalui dialok antara Yesus dengan Simon Petrus. Pertanyaan petrus menawarkan batasan terhadap pengampunan sampai tujuh kali, tapi respon Yesus berbeda, Yesus berkata bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” artinya Mengampuni tidak ada batasan.
3. Mengampuni dengan Dasar Ketulusan hati ( Matius 18 : 35)
Tidak ada unsur paksaan dalam hal mengampuni, tidak ada dorongan atau factor-faktor tuntutan melainkan atas dasar ketulusan hati. Jika kita tidak melakukannya dengan ketulusan hati, maka Firman Tuhan berkata “Bapa disorga pun akan melakukan hal yang sama” artinya Ia tidak akan mengampuni kita. Biarlah melaui ketiga poin ini kita diajar untuk memiliki hati yang mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Amin (angel)
( Kolose 3:13 )
Urusan pengampunan adalah salah satu penekanan penting dari ajaran Tuhan Yesus, mengapa ?
1. Karena Kristus terlebih dahulu yang telah mengampuni kita ( Ef 4 : 32 )”Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagai mana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu “ jadi prinsip diampuni untuk mengampuni.
2. Yesus telah mengajarkan kita bahwa bila tidak mengampuni, maka Bapa di surga juga tidak akan mengampuni (Mat 6 : 14) ”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang. Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga “. Suatu penekanan penting bahwa urusan ampun dan mengampuni selalu di kaitkan Bapa di surga. Karena pengampunan telah menjadi sebuah ketentuan yang tegas dan dan keras.
3. Pengampunan membuat kita berdamai dengan Bapa dan dengan sesama ( Roma 5 : 9,10 ) “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah di benarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah “ Pengampunan adalah jalan terbaik untuk berbaikan dengan Tuhan dan sesama.
Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid bahwa kita harus mengampuni 70 x 7 kali artinya :
1. Urusan pengampunan itu tidak ada batasnya walaupun kesabaran kita terbatas, tetapi dalam mengampuni tidak ada batasnya.
2. Orang berbuat salah bukan urusan kita mengomentari kesalahan orang lain, justru yang ada adalah kesediaan dan kerelaan kita segera melepaskan pengampunan (Kolose 3: 13) “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian “
3. Pengampunan sejati adalah ketika pada saat kematian dan pengorbanan Yesus di atas kayu salib.
Jadi sikap mengampuni seorang akan yang lain merupakan sikap terpuji yang dapat mencerminkan kehidupan orang percaya kepada Kristus mengapa demikian? karena Tuhan adalah Maha pengampun. Oleh sebab itu Ampunilah seorang akan yang lain.(PS).