“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai,
hanya tidak berbuat dosa. ( Ibrani 4:15 )
Firman Tuhan mengatakan, terkutuklah orang yang mengandalkan diri sendiri, sebaliknya diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Mengapa mengandalkan diri, kalau ada Tuhan yang berkuasa atas hidup kita Dia mampu turut merasakan apa yang menjadi kelemahan kita. Yang terpenting kita harus mengenal sugguh pribadi Tuhan kita.
TUHAN MEMBERI KUASA 2Kor 13:4 Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah. Allah dapat menyatakan kuasaNya atas kita. Untuk mengangkat setiap kelemahan kita dengan cara Tuhan sendiri. Walaupun kita sulit mengerti cara apa yang Tuhan pakai untuk menolong kita, biarlah kita tetap percaya yang terbaik Tuhan sediakan bagi kita.
TUHAN MEMBERI KESEMBUHAN Mat 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.Tuhan dkter diatas semua dokter.. sanggup memberikan kesembuhan… hanya bukan menurut kehendak kita tetapi hanya menurut kehendak Tuhan. kesembuhan akan dinyatakan yang terbaik.
TUHAN MEMBERI KEKUATAN Flp 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Kita juga bisa memohon kekuatan kepada Tuhan, sebab Dialah sumber kekuatan kita. Dalam segala kelemahan yang ada pada kita Tuhan berjanji tidak melebihi kekuatan kita.
Sungguh anugerah yang besar kita menjadi anak-anak Tuhan. sebab segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita itu seijin Tuhan. dan Tuhan tidak membiarkan kita sendirian, tetapi Imanuel Tuhan selalu beserta kita. Amin (LGS)
Ibrani 4 : 15
Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk individu yaitu sebagai mahkluk pribadi dan juga sebagai sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan perasaan yang dapat merasakan sesuatu, adapun perasaan yang dimiliki manusia adalah perasaan negatif dan perasaan positip. Contoh perasaan positip yaitu bahagia, senang, damai, tentram, sukacita dan sebagainya, sedangkan perasaan negatif adalah marah, sedih, benci, kecewa, iri hati, dan sebagainya. Sebagai manusia maka kita harus dapat mengerti dan memahami perasaan orang lain, mengerti dan memahami perasaan orang lain merupakan wujud mengasihi.
Dalam disiplin ilmu sosiologi ada istilah empati dan simpati . Simpati adalah perasaan kasihan terhadap orang lain, sedangkan empati adalah ikut merasakan perasaan orang lain seperti halnya dengan diri sendiri. Seperti apa yang tertulis pada tema berit minggu ini “Tuhan turut merasakan kelemahan kita “ yang artinya bahwa Tuhan tidak hanya bersifat simpati saja tetapi juga empati terhadap kita , setiap apa yang kita alami, setiap apa yang kita rasakan baik sedih, senang, suka, duka, sehat maupun sakit Tuhan sangat berempati pada kita. Tuhan Yesus memberikan contoh sikap empati itu :
1. Kepada orang yang sakit, Tuhan Yesus memberikan kesembuhan (Mat. 9:27- 31)
2. Kepada orang yang sedih, Tuhan Yesus memberikan penghiburan (Lukas 7 : 11-17), ( Yohanes 11 : 32-36 )
3. Kepada orang yang punya masalah Tuhan memberikan jalan keluar,
4. Kepada orang yang berdosa Tuhan memberikan pengampunan ( Lukas 7 :48 )
5. Kepada orang lapar Tuhan memberikan kekenyangan.
6. Terhadap orang mati Tuhan Yesus memberi kebangkitkan.
Oleh karena itu apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, Tuhan turut serta seperti apa yang kita rasakan, pengalaman ini dapat kita lihat di ( KPR 8 : 1-3) (Kisah 9 : 3-5 ), itu membuktikan bahwa Tuhan Yesus ikut merasakan apa yang di alami umatnya baik suka duka, sedih gembira, sehat maupun sakit dll, maka Tuhan sangat ber empati pada kita dalam hal inilah kita tidak sendirian kita bersama Tuhan maka Tuhan yang penuh kasih akan memberikan pertolongan kepada kita. Amin (PS)
“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai,
hanya tidak berbuat dosa. ( Ibrani 4:15 )
Kita patut bersyukur kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus yang senantiasa ikut merasakan apa yang menjadi kelemahan kita. Hal itu telah dibuktikan melalui pernyataan Alkitab:
1. Yesus lahir di Betlehem !. (Matius 1:23)
KelahiranNya ke dalam dunia, menjadi bayi yang dibungkus dengan lampin dan diletakkan diatas palungan sebagai bukti kerinduan yang besar untuk turut merasakan kelemahan manusia yang mengalaminya.
2. Yesus memikul kelemahan manusia ! (Matius 8:16-17).
Ketika Yesus ada di rumah Petrus, Yesus melihat ibu mertua Petrus sakit demam. Petrus memegang tangan ibu mertua Petrus dan sembuhlah demamnya. Lalu di bawalah orang banyak yang kerasukan setan dan yang sakit ke rumah Petrus. Yesus pun menjamah mereka!. Semua di sembuhkan ! Hal itu dilakukan Yesus untuk ikut memikul kelemahan serta menanggung penyakit umat manusia (Mat. 8:14-17).
3. Yesus berdoa di Taman Getsemani ! (Lukas 22:44).
Pergumulan Yesus yang berat dilukiskan peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Hal itu yang Yesus rasakan betapa hebatnya dosa itu membelenggu hidup manusia. Perasaan yang sama yang Yesus alami, sehingga hal itu menjadi berat untuk ditanggungnya. Yesus turut merasakan kelemahan dosa yang ada dalam hidup mansia.
4. Yesus disalibkan ! (Matius 27:46)
Teriakan Yesus yang keras diatas kayu salib, “Eli, Eli, Lama sabakhtani ?” merupakan teriakan yang mampu memecahkan bumi dan sorga. Sebuah teriakan akan betapa dasyatnya keterpisahan diriNya (kemanusiaan) dengan KeAllahanNya. Hal itu yang terjadi kala manusia melepaskan dirinya dari Allah karena dosa-dosanya. Hal itu juga yang dirasakan oleh Yesus. Dia, Yesus yang turut ikut merasakan kelemahan-kelemahan saudara dan saya . Amin. NDP
Ibrani 4:14-16
Seringkali kita merasa sendiiri dalam menghadapi hidup. Dengan segala permasalahan yang ada, kita bisa, menangis, depresi, serta putus asa. Firman Tuhan mengingatkan pada kita pada pagi ini, bahwa segala sesuatu yang kita alami, kita tidak pernah sendiri. Tuhan yang menggendong kita sampai masa putih rambut kita, dialah yang turut merasakan kelemahan klita.
TUHAN TURUT MERASAKAN Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani 4:15 jangan pernah merasa sendiri. Tuhan ada dan Tuhan turut merasakan kelemahan kita. Biarlah kita dimampukan untuk percaya dan berserah senantiasa, sebab pada waktu Tuhan Dia pasti akan memberi jawaban bagi setiap pergumulan kita.
TUHAN YANG MEMIKUL Mat 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Dia Allah yang sangat bertanggung jawab ats hidup kita, bukan saja tidak meninggalkan, tetapi Tuhan juga turut mengangkat dan memikul apa yang kita rasakan, sebab itu percayalah, kehendak Tuhan pasati dinyatakan.
TUHAN YANG MENANGGUNG Yes 53:4 ¶ Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. segala sesuatu dapat Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita bukan berarti Dia meninggalkan kita, sebaliknya ada kebaikan yang sedang Tuhan kerjakan dlm hidup kita, sebab Dia menanggung segala kelemahan kita.
Iman dan percaya kita sangatlah mempengaruhi cara kita menghadapii kelemahan. Saat kita mengerti dan mengimani bahwa Tuhan turut merasakan, Tuhan yang memikul bahkan Tuhan yang menannggung, maka kita mampu memiliki kesabaran bahkan sejahtera dan sukacita dalam kelemahan. Amin (LGS)
Ibrani 4:14-16
Surat Ibrani memberikan sedikit informasi kepada kita tentang Yesus sebagai Imam Besar kita. Di dalam Ibrani 5:1-6. Ada 2 persyaratan yang perlu untuk ke-imaman yang sah. (1). Imam itu harus menunjukkan rasa simpati, lemah lembut dan sabar terhadap mereka yang tersesat karena kebodohan, dosa atau kelemahan yang tidak disengaja. (2). Imam itu harus diangkat oleh Allah. Yesus memenuhi ke-dua persyaratan tersebut. Dan Yesus layak disebut Imam Besar Agung yang penuh kuasa (Mesias).
Imam Besar inilah yang berkuasa menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir dibawah pemerintahan raja Firaun.
Imam Besar inilah yang berkuasa mengampuni dosa dan menyelamatkan kita orang percaya dari penghukuman yang membinasakan kita.
Imam Besar inilah yang melepaskan Daud dari ancaman Goliat, Saul dan Absalom.
Imam Besar inilah yang menenangkan angin ribut dan gelombang laut yang menerjang perahu murid-murid Yesus dengan perkataan “tenanglah”.
Imam Besar inilah yang membangkitkan Lazarus dari kematian.
Imam Besar inilah yang menyelamatkan Daniel dari mulut singa yang mengaum-ngaum.
Imam Besar inilah yang mempertemukan kita saat kita sakit dengan Yehovah Rappa, saat kita kekurangan dengan Allah Yehovah Jireh, saat kita dalam bahaya dengan Yehovah Nissi, saat kita susah dengan Yehovah Shalom.
Sebab Imam Besar inilah yang membuka jalan langsung ke hadirat Allah Bapa, sehingga kita orang percaya mendapat belas kasihanNya, pertolonganNya, kuasaNya dan hal-hal yang kita perlukan.
Percayakah saudara bahwa Imam Besar kita turut merasakan kelemahan kita?. Saya ingin meyakinkan saudara melalui pujian dibawah ini: DitanganMu ini janjiku, s’gap hidupku untukMu. Kau mengatur jalan hidupku, ku milikMu slamanya. Kemanapun ku bersamaMu lewat suka dan duka. Ku kan hidup dalam jalan-MU, dengan janji-MU. Slamanya. Yesus aku percaya, Yesus aku milik-MU, ku hidup karena-MU dan hanya untuk-MU selamanya. Pujian ini sungguh menyakinkan saya. Amin. BS)